Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Coba Investasi Reksa Dana Dolar? Perhatikan Faktor Berikut Ini

Kinerja reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar mirip dengan reksa dana dengan aset kelas serupa yang berdenominasi rupiah.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  13:57 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Perbandingan kinerja reksa dana berdenominasi dolar dengan reksa dana rupiah akan berbeda-beda sesuai dengan kelas aset dan portofolio efek yang digunakan.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan secara umum kinerja reksa dana berdenominasi dolar akan berbeda-beda tergantung kelas asetnya.

Dia mencontohkan untuk reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar, lebih kurang kinerjanya sejalan dengan reksa dana dengan aset kelas serupa yang berdenominasi rupiah. Pasalnya rata-rata reksa dana pendapatan dolar berisi surat utang negara (SUN) berdenominasi dolar.

“Meskipun mereka dolar tapi isinya Indon [SUN berdenominasi dolar] jadi tren SUN konvensional juga terjadi ke indon. SUN memang sebulan terakhir dilepas asing, jadi baik yang konvensional maupun dolar sama-sama turun,” tuturnya, Jumat (19/2/2021)

Ini berbeda dengan reksa saham. Menurutnya kinerja reksa dana kelas aset saham akan sangat bervariasi tergantung portofolio dari produknya menggunakan efek dari bursa kawasan mana, apakah Asia seperti China, atau bursa Amerika Serikat dan Eropa.

“Kinerja saham agak sulit karena jenisnya banyak banget dan isinya macam-macam, tapi lebih kurang tren tahun ini perbaikan ekonomi pasti kinerjanya lebih baik dari 2020. Ini tetap bergantung dengan perkembangan pandemi tapi ya,” imbuh Wawan.

Direktur BNP Paribas Asset Management Maya Kamdani mengatakan jika dilihat secara umum, reksa dana perseroan yang dalam denominasi dolar AS menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan reksa dana dalam mata uang rupiah.

“Namun perlu dicermati juga baha perbedaan kinerja ini disebabkan oleh kinerja dari pasar tempat reksa dana kami berinvestasi, serta kelas aset nya,” katanya kepada Bisnis, Jumat (19/2/2021)

Maya menuturkan, BNP Paribas mempunyai 3 reksa dana dalam mata uang dolar AS, dua di antaranya merupakan reksa dana saham syariah berbasis efek luar negeri, yaitu BNP Paribas Cakra Syariah USD dan BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD.

Dia menyebut kedua reksa dana ini menunjukkan kinerja di akhir Januari 2021 yang sangat baik selama setahun terakhir seiring kinerja pasar global dan China juga lebih baik dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Sementara reksa dana dolar lainnya adalah BNP Paribas Prima USD, yang merupakan reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi di obligasi pemerintah Indonesia dalam mata uang dolar AS.

Berbeda dengan reksa dana dolar saham yang berhasil outperform IHSG, Maya menyatakan kinerja dari reksa dana pendapatan tetap dolar milik mereka sedikit di bawah reksa dana pendapatan tetap dengan mata uang rupiah.

“Jadi kalau boleh saya katakan, kinerja reksa dana adalah sangat bergantung pada kelas asetnya, dan strategi investasi nya, di mana reksa dana itu berinvestasi,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi reksa dana investasi reksa dana
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top