Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Peralatan Medis, Itama Ranoraya (IRRA) Panen Laba Saat Pandemi

Itama Ranoraya (IRAA) mengantongi peningkatan laba dan pendapatan yang naik signifikan selama pandemi virus corona.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 Februari 2021  |  21:03 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis, PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) membukukan laba bersih 2020 dengan pertumbuhan melejit hingga 82,3 persen menjadi Rp60,52 miliar dibandingkan 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar.

Tak disangka, Itama Ranoraya mencatatkan kinerja yang sangat kinclong saat sebagian terpukul di tengah pandemi. Kenaikan tersebut bersumber dari pertumbuhan pendapatan perseroan yang tumbuh 2 kali lipat pada 2020 menjadi Rp563,89 miliar dari posisi Rp281,75 miliar pada 2019.

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengungkapkan pada kuartal IV/2020, perseroan mendapatkan banyak pesanan baik dari pemerintah maupun swasta dan Ritel terkait dengan penanganan Covid-19 seperti untuk penyediaan jarum suntik, mesin plasma (Mesin Apheresis) dan juga swab antigen test.

“Secara kuartalan, pendapatan IRAA kuartal IV/2020 tumbuh 177 persen dibandingkan kuartal IV/2019. Pesanan alat suntik ADS , Mesin Apheresis untuk plasma darah dan juga Antigen Test dari pemerintah naik signifikan. Bahkan untuk produk antigen test yang baru mulai kami pasarkan di kuartal IV tahun lalu, pembelian dari non-Pemerintah baik swasta maupun ritel berkontribusi paling besar," ungkapnya, Minggu (21/2/2021).

Berdasarkan kinerja ciamik tersebut, laba bersih per lembar saham (EPS) pun meningkat 55,2 persen dari Rp26 menjadi Rp40 per lembarnya.

Kontribusi terbesar kenaikan pendapatan perseroan di tahun 2020 disumbang oleh alat kesehatan invitro yang tumbuh 183,4 persen menjadi Rp410,8 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produk swab antigen test menjadi produk urutan teratas penyumbang pendapatan terbesar dalam segmen alat kesehatan in vitro, diikuti oleh Mesin Plasma Darah (Apheresis) dan mesin USG. Sementara segmen alat kesehatan Non Elektromedik Steril berupa produk alat suntik ADS (Auto Disable Syringe) pada 2020 tumbuh 24,8 persen menjadi Rp147,7 miliar.

Berdasarkan kinerja secara kuartalan, kuartal IV/2020 masih menjadi penyumbang terbesar kinerja perseroan di sepanjang tahun 2020. Pendapatan dan laba bersih perseroan di kuartal IV/2020 berkontribusi masing-masing sebesar 75 persen dan 85 persen terhadap total pendapatan dan laba bersih sepanjang 2020.

Performa neraca perseroan juga semakin kuat, dengan kenaikan posisi kas dan setara kas yang signifikan. Pada tahun 2020 perolehan kas operasi perseroan tercatat surplus Rp147 miliar dari posisi tahun 2019 defisit Rp7,8 miliar.

Alhasil Jumlah kas dan setara kas perseroan pada 2020 tercatat sebesar Rp233,04 miliar atau naik 443,7 persen dari posisi kas dan setara kas perseroan pada 2019 yang hanya sebesar Rp42,86 miliar.

Total liabilitas Perseroan mengalami kenaikan 224,5 persen year on year menjadi Rp292,94 miliar yang berasal dari kenaikan utang usaha.

Kenaikan omset yang signifikan pada 2020, membuat transaksi pembelian ke beberapa prinsipal meningkat signifikan seperti Terumo, Alera Health, Abbott sehingga pembelian barang ke prinsipal dengan fasilitas kredit mengalami kenaikan. Total Aset Perseroan naik 64,5 persen (YoY) menjadi Rp535,27 miliar.

Sementara nilai ekuitas tahun 2020 mampu tumbuh 2,47 persen year on year menjadi Rp247,75 miliar, meskipun perseroan telah melakukan buyback saham di semester I-2020 dalam rangka stabilitas harga dampak Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor alat kesehatan medis
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top