Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kongsi 3 Dekade Bubar, Ini Alasan Indofood CBP (ICBP) ‘Cerai’ dengan PepsiCo

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. telah membeli seluruh saham yang dimiliki Fritolay di IFL sebesar 49 persen saham senilai Rp494 miliar. Transaksi iu sekaligus mengakhiri kongsi yang sudah terjalin selama 30 tahun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  12:29 WIB
Produk makanan ringan Lay's produksi PepsiCo. Inc dipajang di minimarket di Louisville, Kentucky, AS. Di Indonesia, PepsiCo menjalin kongsi dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. sejak 30 tahun lalu. Kemitraan itu berakhir tahun ini.  - Bloomberg
Produk makanan ringan Lay's produksi PepsiCo. Inc dipajang di minimarket di Louisville, Kentucky, AS. Di Indonesia, PepsiCo menjalin kongsi dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. sejak 30 tahun lalu. Kemitraan itu berakhir tahun ini. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konsumer PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mengungkapkan alasan dibalik akhir hubungan kerja antara perseroan dengan PepsiCo Inc. di entitas perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) baru-baru ini.

Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A. Putro menjelaskan bahwa transaksi pembelian seluruh saham milik afiliasi PepsiCo yaitu Fritolay Netherlands Holding B.V. di dalam perusahaan patungan IFL dilakukan karena alasan komersial.

“Transaksi ini dilakukan karena alasan komersial,” kata Gideon dalam jawaban tertulis kepada Bisnis, Jumat (19/2/2021).

Adapun, emiten dengan kode saham ICBP itu telah membeli seluruh saham yang dimiliki Fritolay di IFL sebesar 49 persen saham senilai Rp494 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan ICBP di dalam IFL bertambah menjadi 99,99 persen dari semula 51 persen.

Setelah transaksi itu, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo. IFL akan menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo dalam waktu 6 bulan terhitung sejak tanggal dilakukan transaksi. 

Fritolay, PepsiCo, dan/atau pihak afiliasi lainnya pun tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun sejak berakhirnya masa transisi atau mulai 17 Agustus 2021.

Adapun beberapa merek makanan ringan milik PepsiCo dan afiliasinya yang akan menghentikan produksi selama tiga tahun ke depan adalah Lays, Cheetos, dan Doritos.

Gideon menegaskan bahwa transaksi maupun dampaknya itu tidak akan berdampak material terhadap kinerja ICBP. Pasalnya, perseroan memiliki produk makanan ringan yang juga sudah memiliki pangsa pasar besar di Indonesia.

“Saat ini, kami memiliki merek-merek kami sendiri, seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz yang akan terus dikembangkan. Chitato dan Qtela merupakan salah satu pemimpin pasar dalam industri makanan ringan di Indonesia,” tuis Gideon.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten icbp
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top