Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pupuk Indonesia Siap Rilis Obligasi Rp2,5 Triliun Awal Maret, Sudah Oversubscribed!

Obligasi yang ditawarkan oleh Pupuk Indonesia memiliki tenor masing-masing 3 tahun, 5 tahun dan 7 tahun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  08:56 WIB
Gudang Pupuk.  - Pupuk Indonesia
Gudang Pupuk. - Pupuk Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana PT Pupuk Indonesia (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap II Tahun 2021 sekitar Rp2,5 triliun disambut antusias investor.  

Pada periode penawaran awal (bookbuilding) mencatat kelebihan permintaan awal yaitu mencapai lebih dari Rp6 triliun. Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia, Eko Taufik Wibowo mengungkapkan kepercayaan investor cukup besar terhadap perseroan dengan rencana penerbitan obligasi ini.

"Kami melihat kepercayaan  investor sangat besar dan kita akan manfaatkan peluang penerbitan secara optimal disesuaikan kebutuhan pendanaan grup," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (18/2/2021).

Eko menambahkan bahwa obligasi yang ditawarkan oleh Pupuk Indonesia memiliki tenor masing-masing 3 tahun, 5 tahun dan 7 tahun.  Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II senilai total Rp8 triliun.

Adapun, tujuan penggunaan dana penerbitan Obligasi Tahap II ini adalah untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman perbankan. Pupuk Indonesia berencana melakukan pendaftaran ke OJK pada akhir Februari 2021 dan berharap dapat melakukan penawaran umum pada awal Maret 2021.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa perseroan berhasil menunjukan kinerja yang positif sepanjang 2020. “Kami masih menunggu hasil audit, tapi perkiraan pendapatan perseroan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya”, kata Eko. 

Total volume penjualan baik untuk produk pupuk maupun non pupuk mencapai 14,4 juta ton, naik dibandingkan dengan 2019 sebesar 13,7 ton.  Produksi pupuk mencapai 12,26 juta ton atau merupakan rekor produksi tertinggi.

Kinerja ini tak lepas dari upaya-upaya transformasi yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan menembus pasar-pasar baru. 

Pada 2021, Pupuk Indonesia juga telah menyiapkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan daya saing dan pelayanan terhadap konsumen, khususnya petani. 

“Sejumlah program efisiensi dan peningkatan rantai pasok telah kami siapkan, begitu juga dengan digitalisasi di berbagai bidang. Dan khusus untuk meningkatkan layanan kepada petani, kami telah meluncurkan program Agro Solution dan Customer Centric," kata Eko. 

Sebelumnya, Pupuk Indonesia juga memperoleh peringkat AAA dari Fitch Rating untuk obligasi tersebut. Peringkat ini adalah yang tertinggi oleh Fitch pada skala peringkat nasional untuk Indonesia dan diberikan kepada emiten atau surat utang yang memiliki risiko gagal bayar terendah terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pupuk Indonesia
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top