Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Perkasa, Rupiah Kembali ke Level Rp14.000

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (17/2/2021), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 90 poin atau 0,65 persen ke level Rp14.020. Indeks dolar di sisi lain menguat 0,31 persen ke posisi 90,788.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  15:45 WIB
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan nilai dolar AS memicu kembalinya nilai tukar rupiah ke level Rp14.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (17/2/2021), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 90 poin atau 0,65 persen ke level Rp14.020. Indeks dolar di sisi lain menguat 0,31 persen ke posisi 90,788.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.019 per dolar AS, turun 144 poin atau 1,04 persen dari posisi kemarin, Selasa (16/2/2021) Rp13.875 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam laporannya mengatakan, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan pada dolar AS. Penguatan tersebut terjadi seiring dengan optimisme atas pemulihan ekonomi global dari COVID-19 dan kemungkinan percepatan inflasi yang mendorong imbal hasil obligasi AS.

"Kenaikan imbal hasil telah didorong oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi di tengah kenaikan harga energi bersama dengan prospek stimulus fiskal AS yang besar dan pemulihan global yang memasuki tahap yang lebih solid karena peluncuran vaksin mengarah pada pembukaan kembali ekonomi," paparnya dalam publikasi riset, Rabu (17/2/2021).

Laporan manufaktur Empire State Federal Reserve New York yang dirilis pada hari Selasa juga menggambaran prospek ekonomi yang optimis. Laporan tersebut menunjukkan kenaikan dalam "indeks harga yang dibayar", yang selanjutnya memicu kekhawatiran inflasi.

Sementara itu, dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo mengatakan vaksinasi COVID-19 untuk petugas pelayanan publik akan terus dilakukan hingga ke seluruh propinsi di Indonesia. Sehingga, diharapkan realisasi penyuntikan vaksin dapat meningkat drastis setiap harinya.

Pemerintah saat ini telah memulai vaksinasi COVID-19 tahap dua, kepada petugas pelayanan publik yang di nya adalah aparat TNI-Polri, para pedagang pasar, pekerja sektor jasa, atlet, dan juga wartawan.

Hingga Selasa kemarin (16/2/2021), total masyarakat Indonesia yang sudah divaksin mencapai 1.120.963 orang atau meningkat 24.868 orang dalam satu hari. Sementara, total sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia mencapai 181,5 juta orang. Angka tersebut ditentukan untuk menciptakan kekebalan komunal di Indonesia.

Presiden pun telah menerbitkan peraturan terbaru yakni Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease. Peraturan tersebut mengatur bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin COVID-19, wajib mengikuti program vaksinasi.

Ibrahim memperkirakan, tren pelemahan rupiah akan berlanjut pada perdagangan Kamis (18/2/2021) besok. Ia memprediksi rupiah akan bergerak di rentang Rp14.000-Rp14.040 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah jisdor
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top