Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Indointernet (EDGE) Setelah IPO, Bangun Pusat Data Baru

Direktur Utama Indointernet Djarot Subiantoro mengatakan dana IPO akan menambah kekuatan perseroan dalam mengembangkan usaha dan menjalankan operasional yang memenuhi good corporate governance (GCG).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  11:13 WIB
Jajaran Komisaris dan Direksi PT Indointernet Tbk. (EDGE), yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada Senin (8/2/2021).  - Istimewa
Jajaran Komisaris dan Direksi PT Indointernet Tbk. (EDGE), yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada Senin (8/2/2021). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT Indointernet Tbk. akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) untuk pengembangan usaha pusat data.

Direktur Utama Indointernet Djarot Subiantoro mengatakan dana IPO akan menambah kekuatan perseroan dalam mengembangkan usaha dan menjalankan operasional yang memenuhi good corporate governance (GCG).

“Untuk mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang saat ini berkembang secara pesat, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk investasi infrastruktur serta perangkat pusat data dan konektivitas,” kata Djarot, Senin (8/2/2021).

Peranannya, penyediaan pusat data akan dikemabngkan melalui anak usaha yatu PT Ekagrata Dana Gemilang (EDG). Rencananya akan dikembangkan pembangunan Edge Data Center (EDC) dan pengembangan EDG selanjutnya.

Adapun, Pusat Data Edge dirancang berada di lokasi dekat dengan pusat pertukaran koneksi dan sentra lokasi pelanggan.

Tujuan dibentuk pusat data ini untuk menghubungkan konsumen akhir kepada pusat pengelolaan data secara mudah dan dinamis dengan kemampuan memberikan waktu respons yang lebih singkat (low latency).

“Perseroan telah mengoperasikan beberapa pusat data di lokasi pusat bisnis dan sebuah Pusat Data Edge baru telah dibangun dan mulai dapat beroperasi tahun ini,” jelas Djarot.

Sedangkan penyediaan konektivitas akan dilakukan melalui pembelian perangkat pengembang digitalisasi network HSX. Perangkat ini bisa digunakan pelanggan untuk interkoneksi ke berbagai layanan pusat data dan cloud di Indonesia.

Dalam aksi IPO, emiten dengan kode saham EDGE ini meraih dana segar Rp595,97 miliar. EDGE menerbitkan 80,81 juta saham atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran ditetapkan Rp7.375 per saham, sehingga perseroan mendapatkan fund raised Rp595,97 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT BCA Sekuritas.

EDGE menjadi emiten ketujuh yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun. Perusahaan ini berdiri pada 1994 sebagai penyedia jasa internet atau ISP (Internet Service Provider) swasta komersial pertama di Indonesia.

Perseroan juga menyediakan layanan berbasis internet dan jasa komunikasi kepada perorangan dan korporasi/organisasi bisnis selama lebih dari 25 tahun.

Ke depannya, EDGE akan fokus menjadi penyedia jasa infrastruktur digital untuk konektivitas dan pusat data (data center).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo Kinerja Emiten data center Indointernet
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top