Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unilever (UNVR) Ungkap Penopang Pendapatan pada Masa Pandemi

Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Reski Damayanti mengatakan kenaikan penjualan ritel domestik (tanpa Unilever Food Solutions) sebesar 1,5 persen pada tahun 2020 menjadi salah satu kontributor utama kenaikan penjualan bersih tersebut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  06:20 WIB
Unilever - www.unilever.co.id
Unilever - www.unilever.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. mampu mencatat pertumbuhan penjualan yang stabil pada masa pandemi 2020 ditopang oleh produk kebersihan dan kesehatan, serta produk konsumsi dalam rumah.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, emiten dengan kode saham UNVR tersebut membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 0,11 persen menjadi Rp42,97 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp42,99 triliun.

Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Reski Damayanti mengatakan kenaikan penjualan ritel domestik (tanpa Unilever Food Solutions) sebesar 1,5 persen pada tahun 2020 menjadi salah satu kontributor utama kenaikan penjualan bersih tersebut.

“Pertumbuhan perseroan sepanjang 2020 terutama dikontribusi dari kategori yang mengalami peningkatan permintaan selama pandemi Covid-19 yaitu produk kebersihan dan kesehatan, serta produk konsumsi dalam rumah,” kata Reski kepada Bisnis, Sabtu (6/2/2021).

Walaupun UNVR mendapatkan pendapatan yang stabil, pos laba bersih perseroan menunjukkan kontraksi karena sejumlah laba dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Laba bersih Unilever Indonesia turun 3,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp7,16 triliun pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya Rp7,39 triliun.

Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 6,18 persen yoy menjadi Rp10,55 triliun.

Reski mengatakan tekanan pos laba itu berasal dari biaya operasional yang diperlukan perseroan dalam menangani Covid-19 supaya tetap bisa beroperasi dengan aman.

Adapun kenaikan biaya operasional, misalnya, dari penyediaan perangkat kesehatan dan keamanan seperti masker, kacamata pelindung, serta biaya untuk melakukan tes kesehatan karyawan yang dilakukan secara proaktif.

“Selain itu, kami juga mengalokasikan sejumlah laba untuk membantu berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pandemi,” jelas Reski.

UNVR menyebut alokasi dana dari laba itu diberikan sebagai bantuan kepada 147.000 pedagang warung agar tetap sehat dan dapat berjualan di program Unilever untuk Indonesia, serta pemberian bantuan bagi masyarakat luas dalam bentuk produk kesehatan di bawah payung kampanye #MariBerbagiPeran.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever Kinerja Emiten unilever indonesia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top