Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham ACES Menghijau Saat IHSG Anjlok 2 Persen Lebih, Masih Prospektif?

Menjelang akhir perdagangan saham ACES naik 2,82 persen menjadi Rp1.640 per saham, kontras dengan IHSG yang melemah 2,2 persen.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  14:44 WIB
Peresmian pembukaan gerai baru Ace Hardware (ACES) di Manado. - Istimewa
Peresmian pembukaan gerai baru Ace Hardware (ACES) di Manado. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas analis masih merekomendasikan beli untuk saham peritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk. 

Namun, Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai bisa menekan kinerja perseroan walau bisnis peritel yang dijalankan Ace Hardware termasuk tahan banting.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya menjelaskan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang baru dilakukan pemerintah pada awal tahun ini, walaupun sudah diperlonggar, bisa menjadi tantangan kinerja emiten dengan kode saham ACES tersebut.

PPKM terbaru yang berlaku pada 26 Januari - 8 Februari 2021 akan memperbolehkan mal dibuka hingga pukul 20.00 atau lebih panjang satu jam dari PPKM sebelumnya.

“Kami tetap menurunkan ekspektasi [penjualan ACES] di kuartal I/2021 karena pemulihan trafik pengunjung akan lebih lambat dari perkiraan,” tulis Christine dalam riset terbaru, dikutip Kamis (28/1/2021).

Di sisi lain, Christine memperkirakan nilai tukar rupiah bakal lebih stabil pada tahun ini. Dengan demikian, ACES bisa mencapai marjin laba kotor (GPM) yang lebih tinggi dibandingkan 2020.

Christine masih mempertahankan rekomendasi trading buy untuk saham ACES tetapi menurunkan target harga menjadi Rp1.850 kendati perseroan mampu menjadi peritel yang tahan banting pada masa pandemi.

Adapun target harga tersebut berdasarkan price earning (PE) sebesar 31,6 kali yang berada pada +1 Standar Deviasi dari PE 9 tahun.

Senada, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu juga merekomendasikan beli untuk saham ACES dengan target harga Rp1.900.

Menurutnya, daya beli masyarakat sudah lebih membaik sejak pembatasan sosial dilongarkan oleh pemerintah. 

Marjin laba kotor dan kinerja keuangan ACES juga dinilai cukup kuat hingga akhir kuartal III/2020 seiring dengan pemulihan home improvement index.

Adapun, indeks tersebut menjadi yang paling stabil pada 2020 dibandingkan segmen ritel lainnya.

Di sisi lain, Analis Sinarmas Sekuritas Paulina memberikan rekomendasi netral untuk ACES dengan target harga Rp1.660 yang mencerminkan PE 26 kali.

Paulina mengakui ACES telah membuktikan diri sebagai perusahaan yang tahan banting di kelasnya. Namun, reli harga saham belakangan ini disebut membuat valuasi ACES menjadi mahal.

“Rekomendasi bisa dinaikkan bila pertumbuhan SSSG lebih baik dari perkiraan, pembukaan gerai baru, dan perkembangan positif distribusi vaksin Covid-19,” tulis Paulina dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg.

Sementara itu, Paulina menyebut pemulihan ekonomi akan membuat sektor peritel menjadi salah satu yang bangkit duluan.

Pada kuartal IV/2020, dia menunjukkan trafik pengunjung di toko peritel turun 18 persen dari kondisi normal tetapi sudah lebih baik dibandingkan pada kuartal II/2020.

Di tengah tren kenaikan trafik pengunjung tersebut, keyakinan konsumen dinilai belum terlalu pulih. Kenaikan signifikan trafik pengunjung diperkirakan baru bisa naik signifikan apabila vaksin telah terdistribusi luas.

Mengutip Bloomberg pada Kamis (28/1/2021), saham ACES naik 2,82 persen menjadi Rp1.640 per saham pada pukul 14.36 WIB. Sejak awal tahun, harga terdepresiasi 4,37 persen dengan kapitalisasi pasar Rp27,95 triliun.

Penguatan saham ACES hari ini kontras dengan penurunan IHSG yang sebesar 2,21 persen menjadi 5.975 pada waktu yang sama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham ace hardware
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top