Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Bangkit Menguat, Saham BBCA hingga BBRI Diburu Investor Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (20/1/2021).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  09:19 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada sesi perdagangan awal Rabu (20/1/2021). Saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan  PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) diburu investor asing.

Hingga pukul 09.02 WIB, indeks  harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat 0,05 persen ke posisi 6.325,667. Adapun, pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi 1,06 persen ke level 6.321,856. 

Dari keseluruhan konstituen,  sebanyak 137 saham berhasil menguat,158 saham melemah, sedangkan 152 saham lainnya tampak tidak bergerak dari posisi pada perdagangan sebelumnya.

Investor asing tercatat melakukan transaksi net buy sebesar Rp81,9 miliar dengan sasaran aksi beli ke saham perbankan, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp35,4 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) sebesar Rp36,3 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) sebesar Rp19,6 miliar.

Adapun, penguatan IHSG dipimpin oleh saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) yang naik 19,05 persen, disusul oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., (IPCC) menguat 12,04 persen, dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) yang naik 3,78 persen.

Sementara itu, pelemahan dipimpin oleh saham PT Energi Mega PErsada Tbk. (ENRG) yang terkoreksi 6,99 persen, diikuti saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) yang turun 6,92 persen, dan saham PT Bank BRISyariah Tbk. (BRIS) yang terkoreksi 6,90 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan secara teknikal indikator stochastic melebar setelah membentuk dead cross mengindikasikan pelemahan IHSG akan berlanjut. 

“Investor akan cenderung wait and see dan mengamankan keuntungan dikarenakan adanya ekspektasi ekonomi baru akan bisa pulih di kuartal II/2021,” kata Dennies dalam riset harian, Rabu (20/1/2021). 

Sementara itu, investor disebut akan mencermati beberapa rilis data perekonomian serta menunggu penetapan suku bunga Bank Indonesia besok Kamis (21/1/2021).

Artha Sekuritas memperkirakan IHSG akan melemah pada hari ini dengan level support 6.201 dan 6.261 serta level resistance 6.493 dan 6.407.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top