Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Banyak Duit, PLN Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo

VP Public Relations PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menuturkan PLN memiliki satu obligasi berkelanjutan yang akan jatuh tempo pada Juni 2021 sebesar Rp865 miliar. Rencananya, obligasi ini akan diselesaikan menggunakan kas internal.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  20:19 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Bali meninjau SPKLU PLN untuk pengisian energi mobil listrik. - Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir di Bali meninjau SPKLU PLN untuk pengisian energi mobil listrik. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan melunasi obligasi jatuh temponya pada tahun ini menggunakan kas internal. Adapun, perseroan tengah memperhatikan potensi pasar untuk kemungkinan kebutuhan pendanaan.

VP Public Relations PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menuturkan PLN memiliki satu obligasi berkelanjutan yang akan jatuh tempo pada Juni 2021 sebesar Rp865 miliar. Rencananya, obligasi ini akan diselesaikan menggunakan kas internal.

"[Obligasi akan] dilunasi menggunakan kas internal. Selain itu, kondisi pasar obligasi saat ini yang berada pada lingkungan low rate environment sehingga memberikan kesempatan yang besar," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (20/1/2021).

Perseroan menilai saat ini lingkungan pasar obligasi tengah ada dalam posisi bunga yang rendah sehingga dapat memberikan kesempatan besar bagi penerbit untuk dapat memberikan kupon yang lebih rendah.

"PLN tentu mempersiapkan diri dan melihat potensi market dengan disesuaikan kondisi kebutuhan perseroan," katanya.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total obligasi korporasi yang akan jatuh tempo pada 2021 adalah sebanyak Rp93,006 triliun.

Perinciannya, sebanyak 61 seri surat utang senilai Rp41,29 triliun akan jatuh tempo pada semester I/2021. Sementara itu, 104 seri obligasi senilai Rp51,71 triliun akan jatuh tempo pada paruh kedua 2021.

Berdasarkan laporan keuangan PLN kuartal III/2020 (unaudited) yang dikutip pada Selasa (27/10/2020), BUMN itu mengantongi pendapatan usaha senilai Rp212,2 triliun atau tumbuh 1,4 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yakni Rp209,3 triliun.

Pendapatan terbesar berasal dari penjualan tenaga listrik yang naik sebesar 1,2 persen atau Rp205,1 triliun. Selebihnya, pendapatan berasal dari penyambungan pelanggan senilai Rp4,5 triliun dan lain-lain Rp2,7 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN Obligasi BUMN
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top