Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jumlah Investor Saham Anyar di Sumsel Meroket

Jumlah investor saham di Sumatra Selatan tercatat tumbuh signifikan hingga 211,4 persen sepanjang tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya.
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, PALEMBANG – Jumlah investor saham di Sumatra Selatan tercatat tumbuh signifikan hingga 211,4 persen sepanjang tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Palembang, sepanjang tahun lalu terdapat 12.598 single investor identification (SID) baru. Angka pertumbuhan itu melesat dibanding tahun 2019 yang sebanyak 5.959 SID baru.

Kepala Perwakilan BEI Palembang Hari Mulyono mengatakan perkembangan pasar modal, terutama investor di Sumsel, sangat menarik pada tahun lalu.

“Pertumbuhannya signifikan tidak hanya investor baru melainkan pula terjadi penguatan nilai transaksi dan SID yang aktif,” katanya, Kamis (14/1/2021).

Hari menjelaskan sepanjang tahun lalu nilai transaksi yang dilakukan investor asal Sumsel tembus Rp51 triliun. Angka itu sudah meroket 264,28 persen dibanding transaksi pada tahun 2019 yang senilai Rp14 triliun.

Secara sebaran wilayah, dia menambahkan, investor saham paling banyak berada di Kota Palembang. Kemudian disusul investor asal Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ulu (OKU). Adapun total investor saham hingga Desember 2020 di Sumsel mencapai 33.412 SID.

Menurut Hari, capaian jumlah investor saham tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun lalu. 

Dia menerangkan pandemi menimbulkan keterbatasan dalam beraktivitas termasuk kegiatan berusaha. Namun, masyarakat berupaya mempertahankan pendapatan, ada pula kebutuhan untuk menumbuhkan dana yang ada.

Hari melanjutkan masyarakat cenderung menilai pemenuhan kebutuhan investasi dan dana masa mendatang adalah hal penting. 

“Maka pilihan yang paling memungkinkan terkait pembatasan aktivitas adalah beraktivitas di pasar modal khususnya saham, yang dapat dilakukan dari mana saja,” kata Hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper