Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Investor Saham Anyar di Sumsel Meroket

Jumlah investor saham di Sumatra Selatan tercatat tumbuh signifikan hingga 211,4 persen sepanjang tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  16:53 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, PALEMBANG – Jumlah investor saham di Sumatra Selatan tercatat tumbuh signifikan hingga 211,4 persen sepanjang tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Palembang, sepanjang tahun lalu terdapat 12.598 single investor identification (SID) baru. Angka pertumbuhan itu melesat dibanding tahun 2019 yang sebanyak 5.959 SID baru.

Kepala Perwakilan BEI Palembang Hari Mulyono mengatakan perkembangan pasar modal, terutama investor di Sumsel, sangat menarik pada tahun lalu.

“Pertumbuhannya signifikan tidak hanya investor baru melainkan pula terjadi penguatan nilai transaksi dan SID yang aktif,” katanya, Kamis (14/1/2021).

Hari menjelaskan sepanjang tahun lalu nilai transaksi yang dilakukan investor asal Sumsel tembus Rp51 triliun. Angka itu sudah meroket 264,28 persen dibanding transaksi pada tahun 2019 yang senilai Rp14 triliun.

Secara sebaran wilayah, dia menambahkan, investor saham paling banyak berada di Kota Palembang. Kemudian disusul investor asal Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ulu (OKU). Adapun total investor saham hingga Desember 2020 di Sumsel mencapai 33.412 SID.

Menurut Hari, capaian jumlah investor saham tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun lalu. 

Dia menerangkan pandemi menimbulkan keterbatasan dalam beraktivitas termasuk kegiatan berusaha. Namun, masyarakat berupaya mempertahankan pendapatan, ada pula kebutuhan untuk menumbuhkan dana yang ada.

Hari melanjutkan masyarakat cenderung menilai pemenuhan kebutuhan investasi dan dana masa mendatang adalah hal penting. 

“Maka pilihan yang paling memungkinkan terkait pembatasan aktivitas adalah beraktivitas di pasar modal khususnya saham, yang dapat dilakukan dari mana saja,” kata Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia investor saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top