Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBN Ritel Laris Manis di 2020, Bagaimana dengan Tahun Ini?

Ketersediaan instrumen investasi yang ditujukan khusus untuk investor ritel seperti SBN Ritel dinilai para pengamat tetap akan dinanti-nantikan oleh masyarakat pada tahun ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  17:14 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pada 2021 diprediksi bakal terserap dengan baik, melanjutkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan bahwa ketersediaan instrumen investasi yang ditujukan khusus untuk investor ritel sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang menantikan instrumen aman dalam arti ada kepastiannya, dan mengingat SBN Ritel dimiliki oleh negara pasti ini dijamin pemerintah. Jadi, penyerapan SBN Ritel 2021 pasti masih sangat baik,” ujar Ramdhan kepada Bisnis, Selasa (29/12/2020).

Dia pun menilai SBN Ritel akan menjadi salah satu instrumen alternatif oleh para investor di tengah tren suku bunga rendah yang masih akan berlanjut pada tahun ini.

Selain itu, Ramdhan menilai prospek penyerapan lebih baik daripada tahun lalu pun sangat terbuka cukup lebar seiring dengan keuntungan demografis yang dimiliki Indonesia.

Hal itu mengingat secara historis pasar SBN Ritel tampaknya masih terkonsentrasi di beberapa kota besar, sedangkan masih banyak daerah di Indonesia yang belum mengenal aset investasi SBN Ritel.

Oleh karena itu, Ramdhan mengatakan bahwa sosialisasi dan literasi terkait SBN Ritel pada tahun ini harus lebih digalakkan sehingga dapat menggaet ceruk pasar domestik yang belum tersentuh pada tahun lalu.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko mengagendakan penerbitan SBN ritel pada tahun ini setidaknya sebanyak 6 kali melalui instrumen obligasi negara ritel (ORI), Sukuk Ritel, Saving Bonds Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan.

Pemerintah menargetkan penerbitan SBN Ritel pada 2020 berada di kisaran Rp60—80 triliun.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan bahwa target penerbitan SBN Ritel tahun ini diyakini akan mudah dicapai mengingat serapan pada 2020 tidak jauh berbeda, yaitu sebesar Rp76,78 triliun.

“Hal ini tidak akan terlalu sulit dicapai, karena literasi masyarakat terkait SBN Ritel sudah cukup baik, lalu tren suku bunga rendah yang berlanjut pada 2021 juga akan menjadi pendorong investor masuk ke pasar SBN Ritel,” ujar Fikri kepada Bisnis, Selasa (29/12/2020).

Selain itu, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 2021 jauh lebih baik daripada 2020, daya beli masyarakat untuk mengalokasikan pendanaannya ke instrumen investasi, termasuk SBN ritel, semakin membaik.

Kendati demikian, Fikri mengatakan bahwa untuk mencapai target tersebut pemerintah harus dengan matang memilih momentum penerbitan yang tepat berdasarkan siklus pendapatan masyarakat sehingga dapat terserap dengan baik.

“Perhatikan momentum pendapatan masyarakat. Pembelian instrumen ini kan maksimal Rp2 miliar, sangat ritel sekali, jadi harus sesuai dengan siklus pendapatan masyarakat. Berbeda dengan target investor institusional yang ketersediaan likuiditas dalam jumlah besar pun hampir ada setiap saat,” papar Fikri.

Dia mencontohkan, pada saat penerbitan ORI017 medio Juni-Juli 2020, pasar merespon positif sehingga total pemesanan dapat menyentuh angka Rp18,33 triliun, menjadi serapan obligasi ritel terbaik tahun lalu.

Pada periode tersebut likuiditas masyarakat diyakini dalam keadaan lebih baik karena dalam periode pembayaran dividen dan tunjangan hari raya (THR).

“Namun, overall pemesanan SBN Ritel 2021 lebih baik daripada tahun lalu,” papar Fikri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn surat utang negara investor ritel
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top