Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target IPO Indonesia 2021 Lebih Rendah dari Realisasi 2020

Kendati mencatatkan capaian yang menjanjikan tahun ini, Bursa Efek Indonesia memilih untuk memasang target yang tak terlalu muluk-muluk terkait dengan jumlah IPO pada 2021.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 01 Januari 2021  |  03:34 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah perusahaan yang akan melantai pada 2021 sebanyak 30 perusahaan.

Jumlah itu tergolong rendah lantaran pada 2020 jumlah perusahaan yang melakukan aksi penawaran saham perdana atau initial public offering/IPO mencapai 51 perusahaan.

Realisasi pada 2020 tersebut mengantarkan Indonesia menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Asia Tenggara.

Tak hanya itu, jumlah IPO di bursa Indonesia sepanjang 2020 menduduki posisi terbanyak ke-6 di dunia. Indonesia mengekor bursa Shanghai (180), Nasdaq (119), Shenzhen (115), Hong Kong (99) IPO, dan Jepang (54).

Kendati target tersebut lebih rendah, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengaku pihaknya memiliki ruang untuk melakukan peninjauan ulang dan merevisi RKAT tersebut kepada OJK tahun depan.

“Jangan khawatir, kami akan mereview gradually dan melihat perkembangan bulan ke bulan apakah target ini relevan atau kami bisa tingkatab. Kami bisa revisi kembali RKAT,” papar Inarno saat konferensi pers penutupan perdagangan BEI, Rabu (30/12/2020).

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia menargetkan rata-rata transaksi harian atau RNTH bursa mencapai Rp8,8 triliun pada 2021.

Inarno mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2021 kepada Otoritas Jasa Keuangan.

“Kami sampaikan RKAT 2021 itu [RNTH] mencapai Rp8,8 triliun. Kami optimistis itu tercapai,” ujarnya.

Adapun, target tersebut sesungguhnya lebih rendah daripada pencapaian tahun ini. BEI mencatat RNTH hingga 29 Desember 2020 mencapai Rp9,18 triliun. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei ipo bursa saham
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top