Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daftar Saham ‘Bertato’ Ekuitas Negatif, Ada Emiten BUMN & Erick Thohir

Puluhan saham harus mendapatkan tato atau notasi khusus dari PT Bursa Efek Indonesia karena memiliki ekuitas negatif berdasarkan laporan keuangan yang terakhir disampaikan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  05:30 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia menyematkan tato alias notasi khusus kepada 33 emiten lantaran memiliki laporan keuangan terakhir dengan status ekuitas negatif.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki tujuh notasi khusus dengan keterangan yang berbeda. Setiap emiten bisa mendapatkan lebih dari satu tato dari otoritas pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Rabu (30/12/2020), ada 68 perusahaan tercatat dalam daftar emiten dengan notasi khusus. Hampir separuh atau sebanyak 33 emiten memiliki tato ekuitas negatif.

Sebagai catatan, ekuitas negatif dapat diartikan perusahaan memiliki utang yang lebih besar dari aset. Total ekuitas merupakan selisih dari aset dikurangi dengan liabilitas.

Dalam daftar BEI, ada beberapa perusahaan tercatat yang memiliki tato ekuitas negatif sekaligus notasi yang menunjukkan tidak ada pendapatan usaha. Emiten tersebut yakni PT Mitra Investindo Tbk. (MITI), PT Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA), dan PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk. (JKSW).

Dalam daftar emiten berekuitas negatif, muncul nama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Maskapai badan usaha milik negara itu (BUMN) memiliki tato karena laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan kondisi perusahaan yang kurang baik berimplikasi ke ekuitas seperti yang dilaporkan oleh BEI. Kerugian yang terjadi setiap bulan berimplikasi terhadap posisi ekuitas perseroan.

Irfan mengungkapkan perseroan berupaya memperbaiki posisi ekuitas perseroan. Langkah yang ditempuh dengan meningkatkan penjualan serta menekan biaya.

Emiten media milik Menteri BUMN Erick Thohir, PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) juga masuk ke dalam daftar emiten berekuitas negatif. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020, ekuitas perseroan tercatat minus Rp58,76 miliar.

Berikut daftar lengkap emiten dengan notasi khusus ekuitas negatif per 28 Desember 2020:

EmitenKeterangan Notasi
LAPD.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
TAXI.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
ARTI.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
AISA.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
CMPP.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
CANI.ELE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifL : Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
SQMI.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
ZBRA.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
FINN.ELE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifL : Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
GLOB.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
MITI.ESE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifS : Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha
ALMI.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
TIRT.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
MGNA.EDSE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifD : Adanya Opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari Akuntan PublikS : Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha
TRIO.EDE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifD : Adanya Opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari Akuntan Publik
OCAP.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
KARW.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
ABBA.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
JKSW.ESE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifS : Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha
MDRN.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
GIAA.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
ARGO.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
CNKO.ELE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifL : Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
DWGL.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
INTA.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
ETWA.ELE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifL : Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
SULI.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
POLY.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
SAFE.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
SIMA.ELE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifL : Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
UNSP.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
CNTX.EE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif
BTEL.EDE : Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatifD : Adanya Opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari Akuntan Publik

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bei Indeks BEI BUMN Garuda Indonesia Kinerja Emiten erick thohir
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top