Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahap Awal, Garuda Indonesia (GIAA) Siap Rilis OWK Rp1 Triliun

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. siap menerbitkan obligais wajib konversi (OWK) sebesar Rp1 triliun pada tahap awal dari total Rp8,5 triliun yang akan diterbitkan. Penerbitan OWK merupakan bagian dari investasi pemerintah dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  18:26 WIB
rnrnDokumentasi. Pekerja melakukan pengecekan akhir livery masker pesawat yang terpilih sebagai pemenang, sebelum peluncuran pesawat Garuda Indonesia Boing 737-800 NG bercorak khusus yang menampilkan visual masker bertema "Indonesia Pride" pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.  - ANTARA
rnrnDokumentasi. Pekerja melakukan pengecekan akhir livery masker pesawat yang terpilih sebagai pemenang, sebelum peluncuran pesawat Garuda Indonesia Boing 737-800 NG bercorak khusus yang menampilkan visual masker bertema "Indonesia Pride" pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. secara resmi menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp8,5 triliun sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk kalangan perusahaan pelat merah.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan perseroan siap menjalankan  mandat untuk menunjang konektivitas baik dalam maupun luar negeri melalui program PEN. Untuk tahap awal, emiten bersandi saham GIAA itu menerbitkan OWK senilai Rp1 triliun dengan tenor 3 tahun. 

“Ini merupakan penarikan pertama selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian dengan menjunjung tinggi compliance terhadap GCG [good corporate governance],” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (28/12/2020).

Menurut Irfan, penggunaan dana PEN akan disesuaikan dengan kebutuhan perseroan. Hal itu tentu bergantung pada progres pemulihan bisnis Garuda Indonesia. Walhasil, dana PEN diharapkan bisa dimanfaatkan secara tepat guna dan proporsional. 

Untuk diketahui, GIAA menjadi salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapatkan investasi pemerintah dalam rangka program PEN dan memperbaiki posisi keuangan. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 118/PMK.06/2020.

Irfan menuturkan, pihaknya akan segera memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penerbitan OWK tahap pertama senilai Rp1 triliun. Dia menambahkan, dana PEN juga menjadi momentum bagi perseroan untuk membangun optimisme menjelang 2021.

Saat ini, kinerja Garuda Indonesia berangsur pulih dengan tingkat keterisian penumpang di angka 60 persen. Perseroan juga terus melakukan perbaikan kinerja seperti renegosiasi sewa pesawat, relaksasi finansial,dan restrukturisasi jaringan penerbangan

“Penerbitan OWK ini dapat meningkatkan konsentrasi kinerja perusahaan secara konsisten khususnya melalui sinerga Garuda Group sehingga hasilkan kinerja keseluruhan baik,” tukasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Garuda Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top