Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Pasar Uang atau Campuran, Siapa Jawara Reksa Dana 2020?

Reksa dana pendapatan tetap pun menjadi satu-satunya indeks reksa dana yang outperform dari indeks acuan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Desember 2020  |  12:52 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Reksa dana pendapatan tetap siap kembali menjadi jawara instrumen reksa dana paling moncer pada 2020.

Berdasarkan data Infovesta Utama hingga pekan ketiga Desember 2020, kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap yang tercermin lewat Infovesta Fixed Income Fund Index paling unggul pada level 9,13 persen sejak awal tahun atau secara year to date (ytd). Posisi itu lebih baik dibandingkan dengan indeks acuannya sebesar 7,80 persen.

Kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap pun menjadi satu-satunya indeks reksa dana yang outperform dari indeks acuan.

Selanjutnya indeks reksa dana pasar uang yang tercermin lewat Infovesta Money Market Fund Index berada pada level 4,46 persen atau di bawah indeks acuan suku bunga lembaga penjamin simpanan (LPS) sebesar 5,03 persen.

Indeks reksa dana campuran yang tercermin lewat Infovesta Balanced Fund Index tercatat sebesar 1,21 persen juga tidak lebih baik dibandingkan dengan indeks acuannya sebesar 3,43 persen.

Indeks reksa dana saham yang tercermin lewat Infovesta Equity Fund Index menjadi satu-satunya indeks reksa dana yang tertahan di zona merah dengan koreksi 7,77 persen. Posisi itu jauh di bawah kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun 3,10 persen.

Sebelumnya, Direktur Pinnacle Investment Guntur Putra mengatakan kinerja reksa dana pendapatan tetap sangat tergantung dengan strategi masing-masing produk reksa dana itu sendiri, karena terdiri atas dua jenis aset dasar yakni obligasi negara dan obligasi korporasi.

Guntur menunjukkan risiko kredit obligasi korporasi meningkat pada masa pandemi. Dengan demikian, reksa dana yang menggunakan underlying asset ini harus menyeimbangkan antara risiko kredit dan potensi imbal hasil.

Untuk reksa dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi negara, lanjut dia, manajer investasi biasanya menggunakan strategi active duration play dan masih positif secara ytd hingga akhir tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham investasi Obligasi sun reksa dana
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top