Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Emiten Emas Moncer Tahun Ini, Tahun Depan Masih Menarik?

Sepanjang tahun berjalan 2020, sejumlah saham emiten pertambangan emas berhasil mengisi jajaran top gainers indeks harga saham gabungan (IHSG). Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) contohnya, sahamnya telah terapresiasi hingga 137,38 persen secara year to date (ytd).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  19:13 WIB
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten emas telah menjadi salah satu pilihan favorit investor pada tahun ini. Lalu, apakah saham-saham emas itu masih atraktif tahun depan?

Sepanjang tahun berjalan 2020, sejumlah saham emiten pertambangan emas berhasil mengisi jajaran top gainers indeks harga saham gabungan (IHSG). Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) contohnya, sahamnya telah terapresiasi hingga 137,38 persen secara year to date (ytd).

Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga berhasil menguat hingga 113,1 persen secara ytd, diikuti saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) yang naik 67,7 persen, dan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 57,69 persen.

Tidak kalah, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang memiliki portofolio tambang emas juga menguat hingga 21 persen secara ytd.

Adapun, penguatan saham-saham itu berhasil tersulut kenaikan harga emas global. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah US$2.000 per troy ounce.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (24/12/2020) hingga pukul 18.42 WIB, harga emas di pasar spot bergerak menguat 0,15 persen ke posisi US$1.875,63 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas berjangka kontrak Februari 2021 di bursa Comex bergerak menguat tipis 0,09 persen ke level US$1.879,3 per troy ounce.

Sepanjang tahun berjalan 2020, harga emas telah menguat sekitar 23 persen.

Tim Riset Panin Sekuritas dalam publikasi Market Outlook 2021 memperkirakan rata-rata harga emas pada 2021 berada di posisi US$1.690 per troy ounce, lebih rendah daripada rata-rata harga pada 2020 di posisi US$1.760 per troy ounce.

Namun, perkiraan rata-rata harga tahun depan masih jauh lebih tinggi daripada rata-rata harga pada 2019 di kisaran US$1.395 per troy ounce.

“Emas diekspektasikan akan menurun pada 2021, didorong oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi ke depan didorong dari perkembangan positif dari vaksin Covid19,” tulis tim riset Panin Sekuritas, dikutip Kamis (24/12/2020).

Secara terpisah, Analis RHB Sekuritas Ghibran Al Imran mengatakan bahwa meskipun harga emas global pada tahun depan tidak seatraktif tahun ini, emiten masih berpotensi membukukan pendapatan yang cukup tinggi pada 2021 seiring dengan aksi lindung yang telah dilakukan pada tahun ini.

“Contoh, MDKA saja sudah sign kontrak lindung nilai untuk emas di US$1.775 per troy ounce. Memang hanya sedikit sekitar 3.000 oz emas saja, tetapi sangat baik dibandingkan dengan lindung nilai di US$1.300-US$1.400 pada 2020 untuk hampir setengah dari produksi mereka,” ujar Ghibran kepada Bisnis, Senin (21/12/2020).

Oleh karena itu, dia menjadikan MDKA sebagai top picks walaupun valuasi sudah cukup mahal karena potensi rata-rata harga yang tinggi dan proyeksi produksi emas kuartal I/2021 mulai kembali normal setelah insiden kecelakaan tambang pada akhir kuartal III/2020.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Kinerja Saham emiten emas
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top