Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Abaikan Komentar Trump Soal Stimulus, Wall Street Menguat

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,7 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,5 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  22:17 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada awal perdagangan Rabu (23/12/2020), karena investor mencerna dampak dari permintaan Presiden Donald Trump untuk perubahan undang-undang stimulus.

Dilansir Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,7 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,5 persen. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite melemah 0,11 persen.

Indeks S&P 500 dibuka di zona hijau setelah melemah tiga hari berturut-turut, bahkan setelah Trump menyerang RUU stimulus virus corona.

Trump menuntut agar anggota parlemen meningkatkan jumlah stimulus yang diberikan kepada warga AS menjadi US$ 2.000 dari US$600, pada minggu yang sama ketika Kongres menyepakati paket bantuan senilai US$900 miliar.

Investor tampaknya siap untuk mengabaikan komentar presiden tentang stimulus pandemi yang akan datang cepat atau lambat.

Sementara itu, Ketua DPR AS Nancy Pelosi memanfaatkan seruan Trump untuk meningkatkan jumlah stimulus dan mengatakan DPR akan mencoba untuk meloloskan kebijakan tambahan ini selama sesi pro forma pada hari Kamis.

Manajer portofolio Federated Global Investment Management Steve Chivarone mengatakan terlepas dari adanya hambatan terbaru ini, pada akhirnya warga AS akan mendapatkan stimulus, yang dilanjutkan dengan vaksin.

"Kami pikir tahun 2021 akan menjadi tahun yang sangat baik, dan kami lebih menyukai saham-saham yang kurang disukai, seperti saham berkapitalisasi kesil, saham siklis, saham yang membayar dividen, dan saham internasional,” ungkap Steve, seperti dikutip Bloomberg.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Donald Trump
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top