Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRMS Dapat Tambahan Standby Buyer untuk Rights Issue Rp1,6 Triliun

Sebelumnya, BRMS hanya mengantongi satu nama standby buyer, yaitu Hartman International Pte. Ltd yang akan mengambil sebanyak-banyaknya 6,22 miliar saham dengan harga pelaksanaan yang sama.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  13:55 WIB
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan mineral, PT Bumi Resources Minerals Tbk., mendapatkan tambahan pembeli siaga atau standby buyer gelaran penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,6 triliun.

Direktur sekaligus Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin W. Hidayat menyampaikan beberapa syarat dan ketentuan terbaru dari rencana aksi rights issue perseroan yang rencananya akan digelar pada Januari 2021.

Emiten berkode saham BRMS itu telah mengantongi dua pembeli siaga yang telah bersedia untuk membeli saham-saham yang diterbitkan dalam transaksi rights issue apabila para pemegang saham terkait tidak menggunakan haknya.

Sebelumnya, BRMS hanya mengantongi satu nama standby buyer, yaitu Hartman International Pte. Ltd yang akan mengambil sebanyak-banyaknya 6,22 miliar saham dengan harga pelaksanaan yang sama.

“Pembeli siaga pertama bersedia membeli sebanyak-banyaknya 6,22 miliar lembar saham baru yang diterbitkan atau 27 persen dan Pembeli siaga kedua bersedia membeli sebanyak-banyaknya 16,68 miliar lembar saham baru yang diterbitkan atau setara 73 persen,” tulis Herwin seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (16/12/2020).

Kendati demikian, BRMS belum menyebutkan detail pembeli siaga kedua dalam right issue ini.

Selain itu, BRMS juga memperbarui ketentuan waran dalam aksi rights issue kali ini, yaitu setiap 250 saham baru yang diterbitkan dalam rights issue tersebut melekat 267 waran. Adapun, sebelumnya, setiap 250 saham baru yang diterbitkan dalam rights issue melekat 270 Waran.

Periode pelaksanaan Waran juga diubah menjadi berlaku sejak 28 Juli sampai 30 September 2021  dari sebelumnya, sejak 28 Juli 2021 sampai 26 Januari 2024 

Untuk diketahui, dalam gelaran rights issue itu BRMS akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 22,9 miliar saham biasa seri b dari portepel bernilai nominal Rp50 dengan harga pelaksanaan Rp70 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana segar mencapai Rp1,6 triliun.

BRMS mengumumkan cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 22 Januari 2021. Selanjutnya, cum rights di pasar tunai 26 Januari 2021. Sementara itu, recording date HMETD berlangsung pada 26 Januari 2021 dan distribusi pada 27 Januari 2021.

Adapun, hasil dana rights issue itu akan digunakan pembangunan pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 4.000 ton per hari sebesar US$48 juta, pekerjaan pengeboran di 4 prospek emas untuk menambah jumlah cadangan dan sumber daya bijih di Palu sebesar US$23 juta, pekerjaan pengeboran di 2 prospek emas untuk menambah jumlah cadangan dan sumber daya bijih di Gorontalo sebesar US$5,25 juta.

Selain itu juga digunakan pelunasan tagihan Perusahaan dan unit usahanya, termasuk diantaranya, persiapan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasian pabrik pertama dengan kapasitas 500 ton per hari di Palu yang telah beroperasi sejak Februari 2020 sebesar US$29 juta, sedangkan sisanya akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional Perusahaan.

Per 27 Oktober 2020 porsi kepemilikan saham BRMS terdiri atas 20,07 persen oleh First Financial Company Limited, sebesar 20,83 persen oleh Wexler Capital Pte, sebesar 8,83 persen oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), 8,36 persen oleh PT Bio-fuel Indo Sumatra, 7,04 persen Fountain City Investment Ltd., dan sebesar 34,87 persen oleh publik.

Di lantai bursa, pada perdagangan Rabu (16/12/2020) hingga pukul 13.47 WIB saham BRMS berada di level Rp65 per saham, naik 6,56 persen. Sepanjang tahun berjalan 2020, BRMS naik 25 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources minerals rights issue
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top