Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mepet Akhir Tahun, PP Presisi (PPRE) Incar Tambahan Kontrak Baru Rp400 Miliar

PT PP Presisi Tbk. membidik tambahan kontrak baru Rp400 miliar di sisa tiga pekan menuju akhir 2020. Beberapa proyek yang dibidik antara lain, kawasan industri di Kalimantan TImur, fly over Kopo di Bandung, dan akses Kertajati.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  18:57 WIB
Batching plant dan armada ready mix beton PT Presisi Tbk. - ppre
Batching plant dan armada ready mix beton PT Presisi Tbk. - ppre

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Presisi Tbk. membidik tambahan kontrak baru Rp400 miliar dalam tiga pekan ke depan sehingga secara kumulatif tahun ini bisa mencetak kontrak baru Rp2,8 triliun.

Direktur Peralatan & SCM PP Presisi Wira Zukhrial  mengatakan per November 2020, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp2,3 triliun. Jumlah tersebut melampaui target kontrak baru sepanjang tahun ini sebanyak Rp2,2 triliun.

“Kami masih berharap di Desember ini masih bisa mendapatkan proyek di angka Rp400 miliar sehingga kami berharap akhir Desember 2020 bisa memeroleh [kontrak baru] Rp2,8 triliun,” kata Wira dalam paparan publik secara daring, Kamis (10/12/2020).

Adapun proyek-proyek yang sedang dibidik a.l. kawasan industri di Kalimantan TImur, fly over Kopo di Bandung, dan akses Kertajati.

Wira optimistis perseroan bakal tetap mampu mengejar target yang lebih tinggi pada 2021 khususnya di proyek infrastruktur jalan tol dan bendungan serta program strategis di sektor pertambangan. PP Presisi membidik perolehan kontrak baru senilai Rp3,5 triliun - Rp3,7 triliun pada 2021.

Beberapa proyek yang dibidik oleh PPRE pada 2021 berasal dari sektor konstruksi dan jasa pertambangan. Dari sisi sektor konstruksi terdapat beberapa proyek potensial a.l. Bendungan Lambakan di Kalimantan Timur, Bendungan Lewi Keris tahap 2 (Lanjutan) di Ciamis, dan jalan Tol Bawen-Jogya. 

Ada pula proyek pelabuhan Patimban fase 2 di Kota Baru Patimban, Hauling Road di Kalimantan Timur, dan smelter nikel Morowali-Konawe. Sementara dari jasa pertambangan bakal dibidik pada tambang nikel di Sulawesi Tenggara dan Bauksit di Kalimantan Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Kinerja Emiten PP Presisi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top