Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BlackRock Ramal Bursa Saham India dan Indonesia Bakal Moncer Tahun Depan

Bursa saham India dan Indonesia disebut BlackRock akan bullish tahun depan seiring dengan tren suku bunga rendah di dua negara tersebut.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  15:37 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan yang lebih kuat dan dorongan suku bunga rendah akan terus menguntungkan saham di kawasan Asia, terutama di pasar di luar Asia Utara.

BlackRock Investment Institute menggarisbawahi negara-negara yang lebih menderita akibat pandemi, seperti Indonesia dan India, akan mengalami tahun yang jauh lebih baik pada 2021.

Ben Powell, kepala strategi investasi untuk Asia Pasifik mengatakan, setelah vaksin didistribusikan, peningkatan gabungan dalam aktivitas ekonomi dan suku bunga rendah yang terus-menerus akan mendorong pemulihan siklus global yang berkelanjutan dalam enam hingga 12 bulan ke depan.

"Saya pikir nuansanya sekarang adalah bahwa preferensi relatif di Asia, pada margin, bergeser dari Asia Utara - China, Korea dan Taiwan - menuju beberapa ekonomi yang lebih menderita. Kami pikir ada lebih banyak sisi positif di pasar tersebut," katanya dilansir Bloomberg, Selasa (8/12/2020).

Saham Asia mengalami bulan terbaik sejak 2009 pada November, berkat kemajuan pengembangan vaksin virus corona. Rotasi menjadi lagging stocks membantu indeks MSCI Asean mengalahkan benchmark Asia dengan lebih dari lima persen poin bulan lalu, dengan kinerja yang terus berlanjut pada Desember.

Meskipun demikian, ekuitas Asia Utara tetap menjadi tempat yang baik mengingat data ekonomi yang kuat. Saham pasar berkembang juga bisa mendapatkan keuntungan dari potensi arus masuk karena investor memikirkan kembali peran obligasi pasar berkembang dalam portofolio di tengah penurunan imbal hasil riil.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) itutup menguat 13,65 poin atau 0,23 persen ke posisi 5.944,41 pada perdagangan hari ini, Selasa (8/12/2020). Sementara itu, beberapa bursa saham di Asia ditutup melemah, dipicu pergerakan bursa Amerika Serikat yang anjlok akibat melonjaknya kasus infeksi Covid-19.

Dilansir Bloomberg, S&P 500 futures turun 0,2 persen pada 14:20 siang waktu Tokyo. Sedangkan indeks S&P 500 juga terpangkas 0,2 persen kemarin. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,2 persen, dan indeks Kospi kehilangan 1 persen. Adapun, indeks Hang Seng di Hong Kong tercatat turun 0,4 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia bursa india
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top