Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Reli Terhenti, Pasar Asia Ditutup Variatif

Perdagangan saham di Asia dimulai dengan tenang karena saham global berhenti di posisi tertinggi sepanjang masa, dengan investor yang dipenuhi sikap optimisme baru atas pembicaraan stimulus AS dan persetujuan vaksin.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  14:22 WIB
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham di kawasan Asia ditutup dengan hasil bervariasi pada perdagangan hari ini, Kamis (3/12/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (3/12/2020), indeks Topix Jepang ditutup stagnan setelah sempat menguat pada pagi tadi. Indeks Kospi Korea Selatan yang juga menghijau dengan naik 1,58 persen.

Sebaliknya, di China pergerakan bursa cenderung memerah. Indeks Shanghai Composite ditutup terkoreksi 0,2 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hongkong naik 0,6 persen Sementara indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup menghijau dengan naik 0,4  persen.

Perdagangan saham di Asia dimulai dengan tenang karena saham global berhenti di posisi tertinggi sepanjang masa, dengan investor yang dipenuhi sikap optimisme baru atas pembicaraan stimulus AS dan persetujuan vaksin.

Seperti diketahui, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer menyerukan pembicaraan segera dan mengatakan proposal bantuan bipartisan senilai US$908 miliar harus menjadi dasar untuk negosiasi.

Di sisi lain, Inggris menyetujui vaksin Covid dari Pfizer Inc. dan BioNTech SE untuk segera diterapkan sebagai vaksin darurat. Kepala Strategi di BNY Mellon Investment Management Alicia Levine mengatakan pasar sudah hampir price in dengan ekspektasi pertumbuhan 2021 yang lebih baik dari perkiraan, terutama di paruh kedua nanti.

“Pesannya tersirat adalah mengenai adanya hari-hari yang lebih baik di depan dan bahwa penurunan serta konsolidasi sangat dapat dibeli,” katanya seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (3/12/2020)

Sementara itu, pada Rabu (3/12/2020) waktu setempat, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan bahwa tidak ada keretakan antara bank sentral dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin terkait penghentian program pinjaman darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Kebijakan The Fed Vaksin
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top