Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bayar Kewajiban, Saham TPS Food (AISA) Melejit 12,7 Persen

Direktur Utama TPS Food Lim Aun Seng menyampaikan pada 27 November, 30 November, dan 1 Desember 2020, perseroan melakukan pembayaran kewajiban.
M. Nurhadi Pratomo & Hafiyyan
M. Nurhadi Pratomo & Hafiyyan - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  10:02 WIB
Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) atau TPS Food memberikan pemaparan dalam acara paparan publik insidentil, Kamis (30/7/2020). - Ria Theresia Situmorang\\n
Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) atau TPS Food memberikan pemaparan dalam acara paparan publik insidentil, Kamis (30/7/2020). - Ria Theresia Situmorang\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perdagangan dan barang konsumsi, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) atau TPS Food melaporkan telah membayar kewajiban berdasarkan putusan homologasi.

Sentimen itu pun mendongkrak saham AISA. Pada perdagangan Kamis (3/12/2020) pukul 09.39 WIB, saham AISA melejit 12,75 persen ke level Rp336, setelah bergerak di rentang Rp300-Rp356.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama TPS Food Lim Aun Seng menyampaikan pada 27 November, 30 November, dan 1 Desember 2020, perseroan melakukan pembayaran kewajiban.

Pembayaran tersebut dilakukan berdasarkan Putusan Homologasi No. 18/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Smg. (Putusan Homologasi) kepada JP Morgan, Citibank, dan Standard Chartered Bank (Kreditor Lembaga Keuangan).

"Aksi itu merupakan tindak lanjut rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang dilaporkan pada 28 September 2020," paparnya.

Setelah dilakukan PMTHMETD pada 6 November dan 27 November, dana yang diperoleh digunakan untuk pembayaran kewajiban kepada kreditor lembaga keuangan sesuai rencana penggunaan dana.

Menurut Lim, dengan diselesaikannya kewajiban AISA kepada Kreditor Lembaga Keuangan dari dana hasil pelaksanaan PMTHMETD, maka telah terjadi perbaikan terhadap posisi keuangan, serta berdampak pada berkurangnya beban bunga dan kewajiban yang harus ditanggung.

"Lebih lanjut, hal ini juga mengakibatkan AISA dapat membukukan gain from discount dengan diselesaikannya kewajiban perseroan kepada Kreditor Lembaga Keuangan tersebut," imbuhnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 28 September 2020, TPS Food manyampaikan informasi tambahan terkait rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Perseroan akan meminta restu dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Rabu (30/9/2020).

AISA akan menerbitkan saham seri B sebanyak-banyaknya 6 miliar lembar dengan nilai nomial Rp200 lewat PMTHMETD. Langkah itu ditempuh perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan serta menjaga keberlangsungan usaha.

Perseroan mengusulkan harga pelaksanaan private placement Rp210 per saham. Dengan demikian, dana yang akan dikantongi perseroan sebanyak-banyaknya Rp1,26 triliun.

Rencananya, dana dari private placement akan digunakan untuk pembayaran utang obligasi, sukuk, dan utang bank J.P. Morgan senilai Rp650,862 juta. Selanjutnya, pembayaran utang entitas anak Rp183,706 juta.

Sisanya, AISA berencana menggunakan Rp425,43 juta untuk modal kerja. Dana itu tidak terbatas digunakan untuk keperluan bahan baku.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham tiga pilar sejahtera food aisa
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top