Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Terus Reli, Investor Saham Pertambangan Batu Bara Ketiban Cuan

Harga batu bara termal untuk kontrak November 2020 terpantau menguat 1,71 persen atau 1,1 poin ke level US$65,35 per ton pada perdagangan Senin (23/11/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 November 2020  |  13:48 WIB
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham emiten pertambangan batu bara terus melesat pada perdagangan hari ini, Senin (23/11/2020), sejalan dengan harga komoditas tersebut yang terus menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara termal untuk kontrak November 2020 terpantau menguat 1,71 persen atau 1,1 poin ke level US$65,35 per ton pada perdagangan Senin (23/11/2020). Meskipun masih melemah 6,21 persen sejak awal tahun, harga batu bara telah melesat 12,93 persen sepanjang bulan November ini.

Reli harga batu bara ini mendorong penguatan sejumlah saham emiten pertambangan batu bara. Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin penguatan dengan lonjakan hingga 9,4 persen ke level Rp1.280 per saham pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Menyusul berikutnya, saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) juga menguat 5,84 persen ke level Rp290 per saham, sedangkan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 2,98 persen ke level Rp1.900.

Tak ketinggalan, saham PT PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menguat 2,74 persen, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik, 2,47 persen, sedangkan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 2,22 persen.

Selain itu, saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) juga menguat 1,75 persen ke level Rp2.330 per saham pada akhir sesi I, disusul saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) yang naik 1,31 persen ke level Rp2.320 per saham.

Penguatan ini sebagian didorong oleh berita positif dari perkembangan vaksin Covid-19. Sejumlah pengembang vaksin melaporkan hasil positif dari uji klinis mereka, termasuk Pfizer, BioNTech, dan Moderna.

Setidaknya tiga negara telah mengonfirmasi akan melakukan vaksinasi covid-19 masal pada Desember 2020. Inggris menjadi yang tercepat karena diperkirakan akan mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin pekan ini.

Sementara itu, kepala program vaksin AS Moncef Slaoui mengatakan vaksinasi dapat diberikan kepada warga Amerika pada 11 Desember mendatang. Adapun, Jerman akan mulai memberikan suntikan vaksin Covid-19 pada Desember, kata Menteri Kesehatan Jens Spahn.

Selain itu, proyeksi meningkatnya permintaan dari China karena pulihnya operasional pembangkit listrik di negara tersebut.

Dilansir Bloomberg, Asosiasi Transportasi & Distribusi Batubara China memperkirakan utilitas pembangkit listrik yang terbakar pada Desember di China akan meningkat dari bulan sebelumnya karena cadangan tenaga air berkurang dan cuaca musim dingin yang lebih dingin meningkatkan kebutuhan untuk pemanas.

Kenaikan tersebut menggarisbawahi peran penting batu bara bagi China, bahkan ketika para pejabat menindak polusi udara yang memburuk dan menargetkan penghentian penggunaan batu bara untuk memenuhi janji iklim 2060.

Asosiasi itu pun memperkirakan harga batubara akan berfluktuasi di level tinggi pada Desember seiring dengan permintaan listrik yang meningkat lebih cepat daripada hasil tambang domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga saham harga batu bara tambang batu bara
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top