Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas
Premium

Harga Batu Bara Kokoh, Emiten Apa yang Paling Dijagokan?

20 November 2020 | 10:10 WIB
Peningkatan permintaan terhadap batu bara dari sejumlah negara, memberikan sentimen positif bagi emiten di sektor tersebut. Lalu emiten apa saja yang dijagokan dapat meraih cuan?

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara masih kokoh di level tertinggi. Harga kontrak batu bara termal Newcastle menunjukan tren penguatan meskipun isu boikot batu bara asal Australia masih santer.

Pada perdagangan Kamis (19/11/2020), harga kontrak batu bara termal ditutup di level US$62,65/ton, setelah sehari sebelumnya berada pada level US$63,05/ton. Harga pada Rabu lalu tersebut merupakan harga tertinggi sejak April 2020.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (20/11/2020) Asosiasi Transportasi & Distribusi Batubara China memperkirakan utilitas pembangkit listrik yang terbakar pada Desember di China akan meningkat dari bulan sebelumnya karena cadangan tenaga air berkurang dan cuaca musim dingin yang lebih dingin meningkatkan kebutuhan untuk pemanas.

Kenaikan tersebut menggarisbawahi peran penting batu bara bagi China, bahkan ketika para pejabat menindak polusi udara yang memburuk dan menargetkan penghentian penggunaan batu bara untuk memenuhi janji iklim 2060.

Asosiasi itu pun memperkirakan harga batubara akan berfluktuasi di level tinggi pada Desember seiring dengan permintaan listrik yang meningkat lebih cepat daripada hasil tambang domestik.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top