Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Kasus Indosterling, TECH Lapor ke Bursa Efek Indonesia

Direktur Utama PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH) Billy Andrian menyampaikan penjelasannya terkait pemberitaan media massa sesuai permintaan Bursa Efek Indonesia.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 19 November 2020  |  16:13 WIB
Direktur Utama PT Indosterling Optima Investa (IOI) Sean William Henley, istimewa
Direktur Utama PT Indosterling Optima Investa (IOI) Sean William Henley, istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH) menjawab pertanyaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kasus PT Indosterling Optima Investa (IOI).

Sebelumnya, industri keuangan kembali dihebohkan dengan kasus gagal bayar instrumen high yield promissory notes yang diterbitkan PT Indosterling Optima Investama. Kasus yang diperkirakan bernilai Rp1,9 triliun menambah panjang daftar kasus gagal bayar di Indonesia, dari produk asuransi hingga koperasi.

Indosterling Optima Investama menerbitkan atau menjual high yield promissory notes menjual surat utang dengan imbal bunga 9-12 persen per tahun pada 2018-2019. Sejak April 2020, Indosterling Optima Investama tidak lagi membayarkan kupon hingga pelunasan saat jatuh tempo.

Bareskrim Polri telah menetapkan Direktur Utama Indosterling Optima Investa Sean William Henley sebagai tersangka pada 2 Oktober 2020. Status tersangka ditetapkan dalam perkara tindak pidana bank ilegal dan penipuan 32 orang nasabah dengan nilai kerugian mencapai Rp47,1 miliar.

Sean William Henley juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH). Adapun, pemegang saham pengendali TECh ialah PT Indosterling Sarana Investa dengan kepemilikan 79,96 persen.

Dalam suratnya ke BEI pada Kamis (19/11/2020), Direktur Utama TECH Billy Andrian menyampaikan penjelasannya terkait pemberitaan media massa sesuai permintaan Bursa Efek Indonesia. Dia menjelaskan sifat relasi TECH dengan IOI.

"Sifat hubungan berelasi yaitu pemegang saham IOI sama dengan pemegang saham TECH," paparnya.

TECH dan IOI memiliki hubungan kerja sama, dimana TECH menjadi pihak penerima kerja. Pertama, jasa penjualan platform sentinel senilai Rp34,5 juta; kedua, jasa maintenance website indosterlinggroup.com senilai Rp10 juta per bulan.

Adapun, IOI tercatat memiliki piutang terhadap TECH sebesar Rp1 miliar dari keseluruhan piutang Rp8,89 miliar. Piutang tersebut, sambung Billy, berasal dari transaksi jasa.

"Manajemen yakin piutang usaha tersebut dapat tertagihkan," paparnya.

Billy pun menegaskan hingga saat ini, kasus IOI belum memiliki dampak bagi perseroan, baik dari sisi operasional maupun finansial.

Saat ini, hubungan antara kedua perusahaan hanya sebatas hubungan bisnis berupa penyediaan layanan jasa kepada pihak IOI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia indosterling
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top