Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naik Pesat, Reksa Dana Berbasis Indeks Masih Prospektif

Kinerja reksa dana berbasis saham memang kecil kemungkinan untuk mengungguli performa reksa dana pendapatan tetap atau bahkan reksa dana pasar uang secara year-to-date. Tapi dalam jangka lebih panjang, potensi kinerja saham lebih tinggi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 November 2020  |  06:56 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Manajer investasi (MI) berbodong-bondong merekomendasikan produk reksa dana berbasis indeks yang mencatatkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan produk reksa dana lainnya selama beberapa hari terakhir.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan kinerja reksa dana berbasis saham memang kecil kemungkinan untuk mengungguli performa reksa dana pendapatan tetap atau bahkan reksa dana pasar uang secara year-to-date.

“Tapi dalam jangka lebih panjang misal 1 tahun ke depan, potensi kinerja saham lebih tinggi,” tutur Farash kepada Bisnis, Kamis (12/11/2020).

Ia melihat bahwa momentum paling baik untuk mulai mengalokasikan dana pada instrumen investasi reksa dana berbasis indeks adalah sewaktu valuasi saham terdiskon seperti saat ini.

Farash merincikan bahwa produk reksa dana milik Avrist AM yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah Avrist IDX30 dengan penguatan sebesar 11,9 persen, diikuti dengan Avrist Indeks LQ45 yang meningkat 11,3 persen secara month-to-date.

“Sentimen positifnya adalah dari valuasi indeks saham yang masih di bawah nilai wajar sekitar 15 persen,” tuturnya.

Disebutkannya, perbaikan ekonomi bertahap terlihat dari pertumbuhan ekonomi secara umum dan laba emiten yang membaik pada kuartal ketiga dibandingkan dengan kuartal kedua tahun ini.

Di sisi lain, progres pembuatan vaksin Covid-19 yang sudah mencapai titik terang membuat tingkat fatalitas kasus menurun yang diikuti dengan sentimen kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat.

Berbagai katalis positif tersebut dinilainya mendorong arus dana masuk ke pasar negara berkembang termasuk Indonesia dan diharapkan tren tersebut masih akan positif hingga akhir tahun.

Namun, kinerja keuangan masih akan volatil dipengaruhi oleh ketidakpastian penggelontoran stimulus dari pemerintah AS sebagai buntut dari kemenengan partai Republik di senat AS

“Namun sebaiknya untuk saham melihat jangka yang lebih panjang karena masih lebih banyak faktor positif dari valuasi dan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pembelian reksa dana berbasis indeks dapat dilakukan secara berkala dan aset alokasi mengingat volatilitas pasar yang masih akan tetap tinggi.

Hingga 11 November 2020, disebutkannya, produk reksa dana berbasis indeks milik Panin AM memang memiliki tingkat risiko yang lebih kecil bahkan jika dibandingkan dengan koreksi indeks acuan yang cukup dalam secara year-to-date.

“Untuk reksa dana saham, ada 3 yaitu Panin IDX-30, Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh dan Panin Dana Syariah Saham yang secara YTD (year-to-date) di atas IHSG dengan kerugian yang lebih kecil,” jelasnya Kamis (12/11/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun dari website resmi Panin AM, produk reksa dana IDX30 mencatatkan penguatan sebesar 14,37 persen selama sebulan terakhir. Meskipun demikian, produk reksa dana tersebut masih terkoreksi 13,27 persen secara year-to-date.

“Untuk akhir tahun, perkiraan harga wajar IHSG di 5.500 – 6.000, dengan kecenderungan di sekitar 5.500.” sambungnya.

Pada Desember mendatang, lanjutnya, masih akan ada fenomena window dressing yang dilakukan oleh investor dan kemungkinan akan menggerakan indeks acuan beserta dengan anggota indeksnya.

Namun secara garis besar, Rudiyanto menilai akan sulit bagi reksa dana berbasis indeks untuk menggungguli kinerja reksa dana minim risiko seperti reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, dan campuran yang mencatatkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan IHSG secara year-to-date hingga Desember 2020. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top