Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMN Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp15 Triliun

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, mengatakan pada tahun ini, Waskita menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp26,8 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 November 2020  |  08:49 WIB
Aktivitas di pabrik fabrikasi baja PT Waskita Karya Infrastruktur, Cikande. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 4.000 ton per bulan. - istimewa
Aktivitas di pabrik fabrikasi baja PT Waskita Karya Infrastruktur, Cikande. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 4.000 ton per bulan. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) meraih kontrak baru senilai Rp15 triliun hingga Oktober 2020.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, mengatakan pada tahun ini, Waskita menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp26,8 triliun. Hingga Oktober raihan kontrak baru mencapai Rp 15 triliun.

"Raihan nilai kontrak baru paling besar berasal dari pembangunan tol, bendungan, irigasi, perkuatan pantai di DKI, Sewerage di Jambi dan gedung," paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/11/2020).

Dalam proses pengerjaan beberapa proyek tersebut, Waskita melakukan sinergi dengan anak perusahaan yaitu Waskita Precast, yang merupakan salah satu manufaktur terbesar di Indonesia dalam menyuplai produk precast dan readymix berkualitas.

Sinergi ini didukung dengan lokasi 9 Plant dan Batching Plant Waskita Precast yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi sehingga proses pengiriman produk lebih mudah dan cepat.

Perlu diketahui, Waskita memiliki enam lini bisnis yaitu konstruksi, bidang investasi yang terdiri dari jalan tol, realty dan infrastruktur non jalan tol. Di bidang industri yaitu beton precast dan pabrikasi baja.

Keenam lini bisnis tersebut didukung oleh anak-anak perusahaan seperti Waskita Toll Road, Waskita Karya Realty, Wasita Beton Precast dan Waskita Karya Infrastruktur.

Sementara itu, Waskita memproyeksikan potensi pengembangan bisnis dalam beberapa tahu kedepan mencapai Rp92 triliun.

Destiawan Soewardjono mengatakan potensi pengembangan bisnis dalam lima tahun ke depan tersebut meliputi proyek di Jawa yakni infrastruktur, konektivitas, dan pipanisasi senilai Rp49 triliun.

Selanjutnya, potensi proyek di Kalimantan Timur dan Sulawesi untuk infrastruktur konektivitas dan EPC senilai Rp20 triliun. Nilai proyek yang dikembangkan oleh entitas anak usaha, PT Waskita Realty yakni Waskita Modern Realti (Jawa Barat).

Dalam hal ini Waskita Realty bermitra dengan Grup Modern Land akan mengembangkan kawasan seluas 600 hektare yang akan diperuntukan sebagai hunian dan commercial center.

Waskita yang tergabung dalam konsorsium bersama dengan BUMN lain yaitu Jasa Marga, Adhi Karya, Pembangunan Perumahan, dan Brantas Abipraya juga direncanakan melakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen.

"Proyek tol sepanjang 75,8 KM tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp14 Triliun," kata Destiawan.

Sementara itu, potensi ekspansi ke pasar luar negeri diproyeksikan senilai Rp 71 triliun antara lain ke Timur Tengah, Afrika serta, potensi pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN waskita karya kontrak baru
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top