Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibuka Menguat, Reli Positif Bursa Eropa Mulai Melambat

Motor pergerakan saham pada Senin kemarin seperti sektor pariwisata dan energi menguat secara terbatas pada perdagangan hari ini.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 November 2020  |  16:00 WIB
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. -  Bartek Sadowski / Bloomberg
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. - Bartek Sadowski / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa dibuka menguat di tengah kekhawatiran pasar terhadap vaksin virus corona yang masih memerlukan waktu sebelum berhasil melewati tahap uji klinis berskala besar. Meski demikian, reli positif pada pasar Benua Biru tersebut terpantau melambat.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (10/11/2020) indeks Stoxx Europe 600 terpantau fluktuatif dan pada pembukaan perdagangan hari ini. Motor pergerakan saham pada Senin kemarin seperti sektor pariwisata dan energi menguat secara terbatas.

Sementara itu, indeks Dax Jerman dan FTSE All Share Inggris terpantau menguat masing-masing sebesar 0,13 persen dan 0,39 persen. Sementara itu, indeks CAC 40 Perancis turut menghijau 0,25 persen.

Investor menarik diri dari aset defensif dan mengalirkan uang tunai ke pasar yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Pakar penyakit menular terkemuka di AS, Anthony Fauci, mengatakan suntikan yang dikembangkan oleh Pfizer akan memiliki "dampak besar" pada semua yang akan lakukan terkait Covid-19 di masa mendatang.

“Masih ada sejumlah pertanyaan terkait keberlanjutan kabar positif vaksin virus corona, seperti efikasi, skala distribusi, efek samping, dan penyimpannya,” jelas Michael Purves, CEO Tallbacken Capital Advisors LLC.

Berita tentang potensi keberhasilan vaksin datang ketika AS melampaui 10 juta kasus Covid-19 pada hari Senin dan tampaknya siap untuk mencapai rekor rawat inap akhir pekan ini.

Presiden terpilih Joe Biden memperingatkan negara itu menghadapi "musim dingin yang gelap" dan mengumumkan satuan tugas virus korona baru ketika tim transisinya berupaya memenuhi janji kampanye untuk menahan wabah.

Federal Reserve memperingatkan bahwa harga aset di pasar-pasar utama dapat terpukul jika dampak ekonomi pandemi virus korona memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa indeks stoxx 600
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top