Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Semen Indonesia Naik 19 Persen, Ini Strategi Manajemen

Upaya menjaga efisiensi biaya yang dilakukan SMGR seperti mengoptimalkan komposisi bahan baku dan bahan pendukung, mengintegrasikan fungsi pemasaran, distribusi, dan pengadaan, serta memanfaatkan limbah industri sebagai alternatif sumber bahan baku.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 November 2020  |  14:51 WIB
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. akan fokus menggelontorkan anggaran belanja modal atau capital expenditure untuk pemeliharaan dan kelangsungan operasional untuk menyambut masa pemulihan ekonomi.

Adapun, sejumlah upaya yang dilakukan emiten berkode saham SMGR tersebut sudah terbayar pada kenaikan laba hingga dobel digit pada periode Januari - September 2020 walaupun pendapatan masih turun.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan walaupun pendapatan perseroan turun 8,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp25,62 triliun pada akhir kuartal III/2020 namun sejumlah beban dapat ditekan.

“Penurunan beban pokok pendapatan sebesar 11,5 persen yoy menjadi Rp17,39 miliar pada sembilan bulan pertama 2020 [didapat] dengan menjaga efisiensi biaya,” kata Vita, Rabu (4/11/2020).

Adapun, upaya menjaga efisiensi biaya dilakukan SMGR seperti mengoptimalkan komposisi bahan baku dan bahan pendukung, mengintegrasikan fungsi pemasaran, distribusi, dan pengadaan, serta memanfaatkan limbah industri sebagai alternatif sumber bahan baku.

Selain beban pokok yang dapat diminimalisir, lanjut Vita, SMGR juga telah menurunkan beban operasional melalui pengelolaan biaya dan arus kas dengan ketat dan disiplin.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, beban keuangan SMGR turun 26,16 persen yoy menjadi Rp1,75 triliun dan beban penjualan berkurang 7,11 persen yoy menjadi Rp2,09 triliun.

Dengan demikian, SMGR membukukan kenaikan laba bersih sebesar 19,37 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp1,54 triliun dari sebelumnya Rp1,29 triliun.

Lebih lanjut, Vita menyebut penurunan pendapatan disebabkan lebih karena penurunan permintaan semen secara nasional hingga September 2020.

“Sebagian besar sebagai dampak pandemi Covid-19, pembatasan sosial masif, dan perlambatan proyek infrastruktur yang disebabkan oleh realokasi APBN infrastruktur ke menangani Covid-19,” jelas Vita.

Adapun, penjualan semen tetap menjadi kontributor utama pendapatan perseroan yaitu sebesar 83,73 persen atau senilai Rp21,45 triliun. Berikutnya, penjualan terak senilai Rp2,19 triliun mewakili 8,56 persen total pendapatan.

Seluruh komponen pendapatan SMGR terpantau menurun, kecuali penjualan terak dan tanah kawasan industri yang masing-masing naik sebesar 2,86 persen dan 35,32 persen.

Ke depannya, Vita menyebut SMGR akan tetap fokus menjaga efisiensi biaya dan mengoptimalkan modal kerja untuk menjaga kas operasional. Hal itu diharapkan dapat membantu perseroan melakukan pembayaran utang (early repayment).

Selain itu, SMGR juga akan terus mengembangkan produk dan jasa yang dapt menjadi solusi material bangunan yang sejalan dengan visi perseroan dalam mendukung keberlangsungan (sustainability).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen semen indonesia BUMN
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top