Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unilever (UNVR) Terus Jajaki Inovasi dan Akuisisi Produk

Perseroan tetap menyiapkan investasi belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk tahun ini sebesar 1 persen dari penjualan keseluruhan di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 November 2020  |  15:16 WIB
Produk Unilever dipajang di sebuah toko kelontong di India -  Bloomberg
Produk Unilever dipajang di sebuah toko kelontong di India - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk., berkomitmen untuk terus melakukan inovasi produk kendati di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, perseroan juga terus membuka peluang untuk melakukan akuisisi merek baru sebagai salah satu upaya diversifikasi portofolio.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Arif Hudaya mengatakan bahwa perseroan tetap menyiapkan investasi belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk tahun ini sebesar 1 persen dari penjualan keseluruhan di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Adapun, fokus alokasi capex tersebut terutama terhadap produk yang dalam periode berjalan mencetak pertumbuhan pesat.

“Di investasi untuk mengakuisisi, kami selalu melihat transformasi dari merek kami dan kami juga akan selalu melihat berbagai kesempatan jika ada untuk memperkaya produk, merek kami, dan dilakukan secara tepat,” ujar Arif saat paparan publik secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Kendati demikian, alokasi capex tahun ini berada di posisi lebih rendah daripada alokasi pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu di kisaran 2 persen hingga 2,5 persen dari total penjualan, seiring dengan pandemi Covid-19.

Adapun, selama sembilan pertama tahun ini emiten berkode saham UNVR itu telah meluncurkan 63 inovasi, yang terdiri atas inovasi baik merek baru, produk baru dalam merek yang sama, maupun produk dan merek lama tetapi dengan kemasan baru.

Arif menjelaskan peluncuran inovasi tersebut didorong oleh kebutuhan masyarakat yang tinggi pada saat pandemi Covid-19, terutama di sektor health and hygiene dan produk yang berkaitan dengan aktivitas di dalam rumah.

Produk tersebut antara lain, hand sanitizer, Molto Spray, Kecap Bangau, dan produk es krim untuk kemasan di rumah seperti Vienetta, dan Cornetto mini pack.

“Ke depan, fokus kami tetap tingkatkan inovasi dengan tepat dan sesuai dengan prioritas dan selektif,” papar Arif.

Sementara itu, Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menjelaskan bahwa tidak hanya mengacu terhadap relevansi kebutuhan saat ini, inovasi yang dilakukan perseroan juga akan berdasarkan kebutuhan konsumen untuk masa depan.

“Kami akan melihat apa yang diperlukan konsumen ke depannya, kami akan kerja sama dengan RnD dan Market Insight untuk menggali terus kebutuhan konsumen yang belum di addressed perseroan, maupun kebutuhan possible yang belum dikeluarkan perseroan,” papar Ira.

Adapun, UNVR mencatatkan kenaikan tipis 0,3 persen secara year on year (yoy) pendapatan menjadi Rp32,46 triliun hingga akhir periode kuartal ketiga tahun ini. Pertumbuhan penjualan ini didorong oleh kenaikan penjualan domestik sebesar 0,8 persen secara tahunan.

UNVR juga mencatat peningkatan positif pada penjualan ritel domestik (tanpa Unilever Food Solutions) sebesar 1,7 persen pada tahun berjalan September 2020.

Selain itu, pertumbuhan itu juga didorong oleh peningkatan penjualan produk kesehatan dan kebersihan, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selama pandemi.

Kendati demikian, UNVR mencatatkan koreksi laba tahun berjalan 1,29 persen secara tahunan menjadi Rp5,44 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten unilever indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top