Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

EMTrade Jagokan Saham Telkom (TLKM), Terdorong Aksi Anak Usaha

EMTrade menilai masih ada banyak sentimen yang potensial mengerek kinerja saham TLKM selaku leader di sektor telekomunikasi.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 03 November 2020  |  18:12 WIB
(Ki-ka) Direktur Utama Telkom Group Ririek Adriansyah, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro dan Komisaris Utama Telkom Group Rhenald Kasali di acara penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara Telkomsel dengan Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi di Jakarta, Selasa (20/10) - Istimewa
(Ki-ka) Direktur Utama Telkom Group Ririek Adriansyah, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro dan Komisaris Utama Telkom Group Rhenald Kasali di acara penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara Telkomsel dengan Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi di Jakarta, Selasa (20/10) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ellen May Trade (EMTrade) masih menjagokan saham emiten telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebagai sasaran investasi dengan prospek cerah.

Dalam riset yang dipublikasikan Selasa (3/11/2020), EMTrade menilai ada beberapa sentimen yang mendasari hal tersebut.

Pertama, adalah peningkatan Telkomsel sebagai salah satu lini unggulan TLKM di produk data digital. Telkomsel tercatat baru saja mengalami peningkatan bisnis digital 13,5 persen menjadi Rp31,9 triliun.

Kemudian, faktor kedua adalah perihal pertumbuhan pelanggan Indihome. Pada semester I/2020, pelanggan jaringan internet kabel ini tumbuh 19 persen secara year-on-year (yoy).

"IndiHome sebagai fixed broadband sudah menjangkau 496 dari 514 kota/kabupaten. Posisi IndiHome masih sangat kuat dalam segmennya dibanding pesaingnya seperti XL Home yang menjangkau 27 kota/kabupaten," tulis EMTrade.

Langkah Telkom yang menjual 6.050 menara ke Mitratel dengan nilai transaksi Rp10,3 triliun juga dinilai EMTrade sebagai sentimen positif. Sebab, kebijakan ini secara otomatis akan menambah modal Telkom untuk semakin meningkatkan pengembangan bisnis utamanya yang berupa telekomunikasi digital.

"Rekomendasi kami untuk TLKM adalah buy dengan rentang 2.550-2.700 dan upside 27%-60%. TLKM masih kuat sebagai leader di sektor komunikasi. Kami percaya TLKM masih prospek untuk masa depan karena kebutuhan internet terus tumbuh," sambung EMTrade dalam paparannya.

Sejak tahun 2015 user aktif internet di Indonesia bertumbuh CAGR 19.3% per tahun. Hal ini menjadi potensi bagi TLKM mendulang pendapatan lebih besar dari segmen data dan internet dimana saat ini segmen tersebut telah berkontribusi 68% dari total pendapatan TLKM. 

Sebagai catatan, pada akhir perdagangan Selasa (3/11) saham TLKM ditutup pada posisi harga Rp2.580, naik 20 poin alias 0,78 persen dari posisi sehari sebelumnya. Ini menjadi angin segar setelah TLKM sempat merosot 2,29 persen pada perdagangan Senin (2/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom rekomendasi saham mitratel
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top