Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Tambang Melemah, Mampukah Saham UNTR Terus Menderu?

Berdasarkan konsensus Bloomberg sebanyak 24 dari 34 analis yang mengulas saham UNTR masih merekomendasikan beli.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  05:59 WIB
Kegiatan operasional PT Pamapersada Nusantara, anak usaha PT United Tractors Tbk. yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan. - unitedtractors.
Kegiatan operasional PT Pamapersada Nusantara, anak usaha PT United Tractors Tbk. yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan. - unitedtractors.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan grup Astra, PT United Tractors Tbk. membukukan penurunan laba bersih 38 persen secara tahunan pada kuartal III/2020 menjadi Rp5,3 triliun. Lalu, apakah saham emiten berkode UNTR itu masih layak dikoleksi?

Untuk diketahui, perolehan laba turun itu seiring dengan koreksi pada pos pendapatan. United Tractors melaporkan pendapatan bersih konsolidasian Rp46,5 triliun per 30 September 2020, turun 29 persen dari Rp65,6 triliun pada kuartal III/2019.

Lebih lanjut, UNTR mengungkapkan pendapatan bidang mesin konstruksi turun 43 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp10,3 triliun pada kuartal III/2020.

Selanjutnya, unit usaha kontraktor penambangan membukukan pendapatan bersih Rp22,1 triliun, turun 26 persen dibandingkan dengan kuartal III/2019. Kemudian, bidang pertambangan batu bara mencatat penurunan 11 persen dari periode yang sama lalu menjadi Rp7,5 triliun pada kuartal III/2020.

Realisasi pendapatan dari bisnis pertambangan emas juga susut 6 persen secara tahunan menjadi Rp5,5 triliun per 30 September 2020. Adapun, penurunan paling dalam dialami oleh unit usaha industri konstruksi sebesar 69 persen secara yoy menjadi Rp958 miliar pada kuartal III/2020.

Analis Ciptadana Sekuritas Arif Budiman mengatakan bahwa kinerja kuartal III/2020 UNTR dirilis berada di bawah ekspektasi sehingga pihaknya menurunkan perkiraan pendapatan 2020-2021 masing-masing 10,8 persen dan 3,5 persen menjadi Rp63,3 trilun dan Rp72,9 triliun.

Selain itu, perkiraan laba bersih sepanjang 2020 juga dipangkas 11 persen menjadi Rp6,5 triliun, sedangkan estimasi laba bersih 2021 relatif tidak berubah di posisi Rp8,9 triliun.

“Jadi, kami mempertahankan TP kami sebesar Rp23.500 untuk UNTR sehingga kami juga mempertahankan peringkat Hold kami karena TP kami menawarkan potensi kenaikan yang terbatas dari harga saham saat ini,” tulis Arif dalam publikasi risetnya, Kamis (29/10/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Selasa (27/10/2020) saham UNTR berada di posisi Rp21.125, turun 2,76 persen. Dalam enam bulan terakhir harga menguat 15,75 persen, tetapi sepanjang tahun berjalan 2020 terkoreksi 1,86 persen.

Risiko penurunan laju saham UNTR bergantung terhadap pergerakan harga batu bara yang mempengaruhi sekitar 75 persen pendapatan UNTR.

Sementara itu, risiko kenaikan laju saham UNTR berdasarkan harga jual rata-rata emas yang lebih tinggi daripada perkiraan karena perseroan berencana untuk mengurangi porsi lindung nilai yang akan berakhir pada awal tahun depan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya juga memangkas estimasi pendapatan 2020-2021 UNTR sebesar 15,5 persen dan 2,9 persen menjadi Rp60,8 triliun dan Rp69,64 triliun. Hal itu seiring dengan pelemahan harga batu bara akibat pandemi Covid-19.

“Namun, kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga yang lebih rendah Rp25.500 dari sebelumnya Rp26.000. Risiko utama dari rekomendasi ini adalah pandemi COVID-19 yang lebih lama dari perkiraan di Indonesia, yang dapat membatasi produksi emas dan batu bara,” papar Hariyanto seperti dikutip dari publikasi risetnya, Kamis (29/10/2020).

Hariyanto menilai segmen bisnis emas berpotensi menjadi pendorong utama pendapatan UNTR pada 2021 seiring dengan perkiraan rata-rata harga jual dan volume penjualan emas pada tahun depan.

UNTR berencana mengurangi porsi lindung nilai harga emas dan menaikkan produksi emas pada tahun depan menjadi 350.000 oz.

Adapun, berdasarkan konsensus Bloomberg sebanyak 24 dari 34 analis yang mengulas saham UNTR masih merekomendasikan beli. Sementara itu, sebanyak 6 analis merekomendasikan hold, dan 4 analis lainnya merekomendasikan jual.

Target harga saham UNTR dalam 12 bulan berada di level Rp25.723 dengan potensi return sebesar 21,8 persen

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra united tractors rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top