Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Jakmine Ungguli Indeks Sektoral Lainnya, Ini Penyebabnya

Indeks Jakmine berhasil mengalahkan indeks Jakcons atau sektor konsumsi yang terkoreksi 12,06 persen, indeks Jakfins atau sektor finansial yang turun 15,87 persen, dan indeks Jaktrade atau sektor perdagangan, jasa, dan investasi yang melemah 16,49 persen.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  20:23 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks saham pertambangan atau Jakmine berhasil bertahan dari tren pelemahan dan berhasil menjadi indeks sektoral dengan kinerja terbaik di Bursa Efek Indonesia. Prospek cerah masih menanti Indeks Jakmine.

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang tahun berjalan 2020 indeks Jakmine masih terkoreksi 8,43 persen. Kendati demikian, kinerja tersebut menjadi yang terbaik di antara indeks sektoral lainnya.

Indeks Jakmine berhasil mengalahkan indeks Jakcons atau sektor konsumsi yang terkoreksi 12,06 persen, indeks Jakfins atau sektor finansial yang turun 15,87 persen, dan indeks Jaktrade atau sektor perdagangan, jasa, dan investasi yang melemah 16,49 persen.

Adapun, kinerja indeks Jakmine sepanjang tahun berjalan 2020 berhasil didukung oleh penguatan saham pertambangan mineral. Penguatan dipimpin oleh saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang naik 71,3 persen, diikuti oleh saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) yang menguat 65,15 persen, dan saham PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) yang naik 42,37 persen.

Sementara itu, kinerja indeks Jakmine ditekan oleh saham PT Ginting Jaya Energy Tbk. (WOWS) yang turun 74 persen, disusul oleh saham PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC) yang terkoreksi 70,05 persen, dan saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX) yang melemah 53,76 persen.

Analis RHB Sekuritas Fauzan Luthfi mengatakan bahwa kinerja indeks Jakmine cukup impresif pada tahun ini. Bahkan, rebound indeks Jakmine setelah anjlok tajam pada Maret 2020 sudah naik 36 persen, sedikit lebih baik daripada rebound indeks harga saham gabungan (IHSG) yang naik hanya 30 persen.

Menurut dia, sentimen umum dari IHSG memiliki dampak yang terbatas untuk indeks Jakmine mengingat korelasi Jakmine terhadap IHSG tidak terlalu ketat, sekitar 0,8 kali beta dan bobot indeks hanya sekitar 5,7 persen.

Dengan demikian, kinerja indeks Jakmine berhasil lebih bertahan dibandingkan dengan indeks sektoral lainnya dan terhadap IHSG.

“Ini [rebound indeks Jakmine] utamanya ditopang juga oleh pergerakan saham-saham utama Jakmine, di antaranya BYAN, INCO, MDKA, ADRO, ANTM, PTBA yang memiliki 63 porsi atas indeks,” ujar Fauzan kepada Bisnis, Selasa (27/10/2020).

Adapun, dia menilai saat ini pergerakan indeks Jakmine cenderung lebih berkaca terhadap harga nikel dunia yang tengah dalam tren bullish, kendati harga batu bara yang juga naik menjadi katalis positif.

Padahal, sebelumnya indeks Jakmine sangat sensitif terhadap tren pergerakan harga batu bara.

Dia mengatakan bahwa prospek cerah indeks Jakmine berpotensi masih bertahan bahkan bisa lebih baik pada tahun depan. Apalagi, bisnis batu bara dan nikel masih akan kuat pada tahun depan.

“Namun, tetap dengan catatan kalau resiko pandemik bisa berkurang, seharusnya bisa memperbaiki tren demand di logam dan mineral yang meningkatkan harga jual juga,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sektor tambang INDEKS SEKTORAL
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top