Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pergerakan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas

Secara teknikal, MNC Sekuritas mengimbau investor untuk tetap mewaspadai kembali level 5.067 sebagai support.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  07:41 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – MNC Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan akan bergerak mendatar cenderung terbatas pada perdagangan awal pekan ini.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyampaikan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) mengikuti koreksi indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang turun tipis 0,10 persen.

“Didorong aksi menunggu disetujuinya paket stimulus ekonomi AS serta terkoreksinya harga beberapa komoditas,” tulis Edwin dalam riset harian, Senin (26/10/2020).

Di sisi lain. penguatan EIDO (iShares MSCI Indonesia ETF) sebesar 1,07 persen, harga batu bara sebesar 1,05 persen, dan harga minyak kelapa sawit sebesar 0,36 persen diharapkan mampu menggenjot harga saham emiten komoditas tersebut.

Secara teknikal, MNC Sekuritas mengimbau investor untuk tetap mewaspadai kembali level 5.067 sebagai support.

“Apabila pergerakan IHSG menembus level tersebut maka IHSG akan bergerak menuju area 5.000-5.050,” tulis Tim Riset MNC Sekuritas.

Namun, apabila IHSG berhasil menembus resistance terdekat di 5.135, indeks berpotensi bergerak ke 5.182-5.187.


Berikut sejumlah saham yang dapat dicermati hari ini:

AKRA - Buy on Weakness (2.630)

Pada perdagangan pekan lalu (23/10), AKRA ditutup menguat tipis 0,4 persen ke level 2.630. Diperkirakan saat ini AKRA sedang berada di akhir wave [b] dari wave B, sehingga diperkirakan AKRA masih berpotensi terkoreksi terbatas dalam jangka pendek. Selanjutnya, AKRA berpotensi menguat untuk membentuk wave [c] dari wave B.

Buy on Weakness: 2.560-2.620

Target Price: 2.740, 2.850

Stoploss: below 2.450

 

MEDC - Buy on Weakness (386)

Pada Jumat (23/10), MEDC menguat cukup signifikan sebesar 4,3 persen dan ditutup ke level 386 diikuti dengan tekanan beli yang relatif besar. Diperkirakan selama tidak terkoreksi ke bawah 362, maka saat ini MEDC sedang berada diawal wave (v) dari wave [a] dari wave B pada skenario biru.

Buy on Weakness: 376-382

Target Price: 400, 430

Stoploss: below 362

 

GGRM - Spec Buy (40.925)

Selama tidak kembali terkoreksi ke bawah 39.700, maka pergerakan GGRM kemarin (23/10) yang menguat sebesar 2,3 persen diperkirakan sebagai awal dari wave 3 dari wave (C) pada skenario biru. Namun, bila GGRM menembus supportnya di 39.700, maka GGRM saat ini sedang membentuk wave [c] dari wave Y dari wave (B) pada skenario merah.

Spec Buy: 40.600-40.900

Target Price: 43.000, 47.000

Stoploss: below 39.700

 

BSDE - Sell on Strength (895)

Menutup pekan kemarin (23/10), BSDE menguat 5,9 persen dan ditutup di level 895 diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar. Diperkirakan saat ini BSDE sudah berada di akhir wave 3 dari wave (C), hal tersebut berarti penguatan BSDE sudah relatif terbatas dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave 4. Dierkirakan area koreksi BSDE berada pada area 820-855, area tersebut dapat dijadikan sebagai area buyback.

Sell on Strength: 900-920

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top