Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Emiten Karya Terus Kejar Kontrak Baru, Mana Saham yang Menarik?

Dari seluruh emiten kontraktor pelat merah yang tengah mengejar kontrak baru tersebut, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk PTPP, WIKA, WEGE, dan WTON.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  16:23 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas Indonesia mempertahankan posisi overweight untuk saham sektor konstruksi dengan top picks saham PT PP (Persero) Tbk. dan PT Wika Gedung Tbk. (WEGE).

Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael mengatakan perolehan kontrak baru emiten konstruksi pada periode Januari - September 2020 memiliki run-rate sekitar 50 persen - 60 persen dari perkiraan, kecuali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“Kami yakin perkiraan kontrak baru 2020 masih manageable. Kami perkiraan lebih banyak proyek yang datang pada kuartal IV/2020,” tulis Joshua dalam riset terbarunya, seperti dikutip pada Selasa (20/10/2020).

Adapun, PT PP (Persero) Tbk. membukukan kontrak baru senilai Rp11,8 triliun secara year-to-date per akhir September 2020. Perolehan tersebut turun sekitar 48,7 persen dibandingkan realisasi pada sembilan bulan pertama tahun lalu.

Selama kuartal III/2020 saja, emiten berkode saham PTPP tersebut menghimpun kontrak baru senilai Rp3,1 triliun. Selanjutnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membukukan kontrak baru senilai Rp12,2 triliun per September 2020.

Joshua mencatat sebanyak 49 persen dari kontrak baru itu memiliki skema pembayaran turnkey dan sisanya menggunakan skema pembayaran berkelanjutan (progress payment).

Untuk diketahui, sejumlah proyek yang dikerjakan emiten berkode saham WSKT tersebut sejauh ini a.l. pembangunan jalan tol Bocimi seksi 3 dan 4, jalan tol Paspro seksi 4, bendungan Jragung paket 1, jalan tol Japek Selatan paket 3, dan jaringan irigasi Rentang.

Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. membukukan kontrak baru hingga Rp6,2 triliun per September 2020 atau turun 18,4 persen yoy.
Untuk kuartal IV/2020, emiten berkode saham ADHI tersebut menargetkan tambahan kontrak baru senilai Rp22,8 triliun, yang mana dua per tiga di antaranya berasal dari 4 proyek jalan tol.

Adapun, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. belum mengungkapkan kontrak baru yang didapat hingga September 2020.

Anak usaha emiten berkode saham WIKA tersebut seperti PT Wika Gedung Tbk. (WEGE) mencatatkan kontrak baru senilai Rp2 triliun per September 2020 atau turun 56,8 persen yoy.

“[Namun] WEGE masih memiliki carry-over yang melimpah pada Januari-September 2020 sekitar Rp11 triliun - Rp12 triliun,” tulis Joshua.
Selanjutnya PT Wika Beton Tbk. membukukan kontrak baru senilai Rp2,6 triliun per September 2020 atau turun 45,8 persen yoy.

Dari seluruh emiten kontraktor pelat merah tersebut, Joshua hanya memberikan rekomendasi beli untuk PTPP, WIKA, WEGE, dan WTON.
Sementara itu, rekomendasi jual diberikan untuk WSKT dan tahan untuk ADHI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten konstruksi ptpp Wika Gedung
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top