Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Musim Lapkeu Emiten, Bursa Eropa Ditutup Melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,3 persen, tertekan saham-saham perawatan kesehatan, bahan kimia dan perawatan pribadi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  06:00 WIB
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Senin (19/10/2020), karena investor fokus pada awal musim laporan keuagan emiten.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,3 persen, tertekan saham-saham perawatan kesehatan, bahan kimia dan perawatan pribadi. Reckitt Benckiser Group Plc melemah 2 persen sebelum laporan penjualan kuartalan yang dijadwalkan pada hari Selasa.

Sementara itu, indeks DAX Jerman melemah 0,42 persen, indeks CAC 40 Prancis turun 0,13 persen, dan indeks FTSE 100 Inggris ditutup melemah 0,59 persen.

Indeks FTSE 100 Inggris melemah menyusul penguatan poundsterling yang menguat karena laporan mengatakan pejabat Inggris siap untuk melonggarkan undang-undang Brexit yang kontroversial. Langkah ini dapat menghidupkan kembali pembicaraan dengan Uni Eropa.

Rebound bursa saham Eropa mulai goyah dalam beberapa bulan terakhir, sebagian karena kurangnya perkembangan dalam paket stimulus fiskal AS. Selain itu, pelemahan juga disebabkan oleh kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus Covid-19 dan penerapan pembatasan di kota-kota seperti Paris dan London.

JPMorgan Chase & Co. mengatakan musim laporan keuangan emiten yang akan datang mungkin meyakinkan bagi investor, karena konsensus proyeksi pertumbuhan pendapatan tampak cukup lemah.

Pelaku pasar juga mengamati dengan negosiasi stimulus fiskal AS. Ketua DPR Nancy Pelosi menetapkan tenggat waktu Selasa untuk kemajuan lebih lanjut mengenai pendanaan bantuan virus corona menyusul diskusi dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

"Berita utama kesepakatan fiskal menjelang pemilihan AS dan meningkatnya kasus baru Covid-19 telah meningkatkan ketidakpastian seputar prospek ekonomi dan pasar jangka pendek," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele, seperti dikutip Bloomberg.

"Tapi kami menyarankan investor untuk tidak fokus terhadap ketidakpastian jangka pendek dan membangun eksposur ekuitas jangka panjang," lanjutnya.

Saham operator bursa Euronext NV mengalami masalah teknis, sehingga menghentikan perdagangan selama hampir tiga jam di semua pasar sahamnya, termasuk Paris dan Belanda, kecuali Oslo.

Beberapa saham Euronext juga mengalami perubahan harga saham yang tidak biasa pada akhir perdagangan.

Sementara itu, saham UBS Group AG dan Credit Suisse Group AG menguat setelah Barclays menaikkan target harga kedua bank tersebut masing-masing sebesar 5 persen dan 18 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa indeks stoxx 600
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top