Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Reli 9 Sesi, Saham Anak BUMN BRIS dan ANTM Melejit Lagi

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat tipis 0,01 persen ke level 5.17662. Terpantau saham 107 menguat, 58 melemah, dan 156 stagnan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  09:03 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka koreksi pada perdagangan Kamis (15/10/2020) menjelang rilis data neraca perdagangan.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat tipis 0,01 persen ke level 5.176,62, setelah dibuka koreksi tipis ke 5.172,59. Terpantau saham 107 menguat, 58 melemah, dan 156 stagnan.

Dua saham anak BUMN menjadi top gainers pagi ini. Saham PT Bank BRIsyariah Tbk. dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) masing-masing melonjak 19,57 persen dan 10,99 persen.

IHSG ditutup menguat 0,85 persen ke level 5.176,09 pada perdagangan Rabu (14/10/2020) yang didorong oleh sektor pertambangan dengan kenaikan 3,72 persen dan infrastruktur 1,69 persen. IHSG pun berhasil reli 8 sesi beruntun.

Indeks yang ditutup menguat masih dibayangi optimisme pemulihan ekonomi serta proses pengesahan RUU Omnibus Law yang terus berlanjut. Di sisi lain, tercatat kembali kenaikan jumlah kasus Covid-19.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper memprediksi indeks akan melemah dengan level resistance 5.193 hingga 5,211 dan level support di antara 5.107 hingga 5.141.

“Secara teknikal saat ini stochastic berada di area overbought mengindikasikan potensi mengalami koreksi dan profit taking,” tulisnya dalam publikasi riset, Rabu (13/10/2020).

Menurutnya, investor masih akan terus mencermati kelanjutan pengesahan RUU Omnibus Law. Di sisi lain, investor juga akan cenderung wait and see menanti beberapa data perekonomian.

Head of Research Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG bergerak menguat lebih dekat pada resistance Moving Average 200 setelah berhasil break out resistance pivot fibonacci ratio.

Indikator Stochastic yang bergerak jenuh akan menjadi penahan lajut pergerakan IHSG selajutnya. Indikator MACD memiliki pergerakan yang masih cenderung positif dimana MACD line dan signal line memiliki span positif mengarah ke area overvalue dan Histogram yang memiliki akselerasi pergerakan yang kuat.

“Sehinga kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas menguji resistance Moving Average 200 hari pada support resistance 5133-5198,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG antam bri syariah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top