Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo Omnibus Law, IHSG Dibuka Melaju Tembus 5.100

Pada perdagangan Selasa (13/10/2020), IHSG naik 0,18 persen atau 9,08 poin menjadi 5.012,18. Terpantau 121 saham naik, 57 koreksi, dan 151 stagnan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  09:03 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan meskipun pelaku pasar waspada demo soal penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (13/10/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,18 persen atau 9,08 poin menjadi 5.012,18. Terpantau 121 saham naik, 57 koreksi, dan 151 stagnan.

Sebelumnya, ada akhir sesi Senin (12/10/2020), IHSG mampu bertahan di atas 5.000 dan parkir di zona hijau dengan menguat 0,78 persen ke level 5.093,09

Sebanyak 266 saham menguat, 168 terkoreksi, dan 161 stagnan. IHSG pun berhasil mencatatkan reli 6 sesi beruntun.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyampaikan mulai hari ini, Selasa (13/10/2020), hingga 1 minggu kedepan, isu yang akan merajai kondisi domestik yakni akan banyak dilakukannya demo oleh berbagai elemen masyarakat terkait penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.

Di sisi lain, ada ketidakjelasan versi UU Cipta Kerja mana yang dipakai karena hingga saat ini sudah ada empat draf UU Ciptaker, di antaranya 900 halaman, 1028 halaman, 1052 halaman, dan 1035 halaman.

"Puncak demo diperkirakan tanggal 20 Oktober 2020 sambil memperingati 1 tahun dilantiknya pemerintahan saat ini dan pada tanggal yang sama pula pemerintah mengungkapkan keinginannya untuk menerbitkan omnibus law UU Ciptaker," paparnya, Selasa (13/10/2020).

Dilain pihak, sentimen eksternal sebenarnya cukup kondusif dan positif menyusul kembali naiknya Indeks DJIA sebesar +0.88% didorong penguatan saham srktor teknologi ditengah naiknya harga beberapa komoditas seperti: CPO, Nikel dan Timah

Edwin memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 5,055 - 5,140 hari ini, sedangkan rupiah Rp14,650 - Rp14,780 per dolar AS. Sejumlah rekomendasi sahamnya ialah INCO, ANTM, WSKT, SMRA, GGRM, BBRI, CTRA, TINS, PTPP, BBNI.

Sementara itu, Bursa Asia bergerak variatif disebabkan pertimbangan potensi kemunduran pada penemuan vaksin Covid-19 pada Senin (13/10/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks TOPIX Jepang dan Hangseng Hongkong berhasil menguat masing-masing 0,072 persen dan 2,2 persen, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,46 persen.

Di bursa Amerika, indeks S&P 500 sempat bereaksi setelah laporan bahwa studi vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson dijeda karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

Adapun, saham teknologi termasuk Amazon.com Inc., Apple Inc. dan Twitter Inc. membantu Nasdaq 100 mencapai kenaikan terbesarnya sejak April.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Omnibus Law
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top