Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kino Divestasi Lini Usaha Makanan Hewan

Kino Indonesia melikuidasi anak usaha yang bergerak di segmen makanan hewat, yaitu PT Kino Pet World Indonesia. Di anak usaha tersebut, KINO memiliki 51 persen. Total aset KPI sebelum eliminasi mencapai Rp2,62 miliar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  18:00 WIB
PT Kino Indonesia Tbk - kino.co.id
PT Kino Indonesia Tbk - kino.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) mengakhiri ekspansi di lini usaha makanan hewan dengan pembubaran perusahaan patungan PT Kino Pet World Indonesia (KPI). Hal ini sekaligus mengakhiri perjanjian usaha dengan Wah Kong Corporation Sdn. Bhd.

Dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (13/10/2020), Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Budi Muljono menyatakan likuidasi atas anak usaha patungan ini telah disetujui oleh keputusan sirkuler para pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham KPI.

“PT Kino Pet World Indonesia pada awalnya didirikan dengan tujuan untuk mendirikan pabrik makanan hewan kesayangan di Indonesia namun hingga saat ini pendirian pabrik tersebut belum terealisasikan,” ungkap Budi melalui keterangan resmi, Selasa (13/10/2020).

Untuk diketahui KPI adalah entitas anak langsung perseroan yang berdiri pada 2018 di Tangerang, Banten. KINO sendiri memiliki 51 persen saham KPI hingga akhir semester pertama tahun ini. Total aset KPI sebelum eliminasi adalah senilai Rp2,62 miliar.

Di saat yang bersamaan juga, KINO melakukan penandatangan conditional share sale and purchase agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli saham bersyarat dalam rangka penjualan seluruh saham yang dimiliki perseroan atas PT Kino Pet World Marketing Indonesia (KPMI).

“PT Kino Indonesia Tbk akan menjual seluruh saham yang dimilikinya dalam PT Kino Pet World Marketing Indonesia pada Wah Kong Corporation Sdn. Bhd. Dan Mr. Choy Peng Yew,” tulis manajemen.

Dikutip dari laporan keuangan perseroan, KINO memiliki 51 persen saham KPMI. Total aset KPMI sebelum eliminasi adalah sebesar Rp13,41 miliar.

Dengan aksi korporasi ini, perseroan tidak lagi memiliki kendali atas KPMI baik dalam hal penetapan kebijakan perusahaan maupun pengambilan keputusan strategis. Adapun, dana segara yang didapatkan perseroan atas divestasi tersebut adalah sebesar Rp10 miliar.

Dikutip dari laman resmi Wah Kong, perusahaan ini sebenarnya adalah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan ritel fotografi serta distribusi yang didirikan pada tahun 1979.

Perseroan memulai bisnis distribusi fast moving consumer goods dan menjajal bisnis produksi makanan hewan dengan jenama ProDiet yakni makanan kucing pada tahun 2006 yang kini telah menjadi brand makanan kucing ternama di Malaysia.

Setelah sukses dengan ProDiet, perusahaan menghadirkan produk ProBalance yang merupakan jenama produk makanan anjing pada tahun 2011. Selain ProDiet dan ProBalance, Wah Kong juga memiliki portofolio produk makanan kucing lainnya yakni Delizios.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kino indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top