Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Pemerintah Tetapkan Kupon ORI018 Lebih Rendah

Pemerintah menetapkan kupon ORI018 yang mulai ditawarkan hari ini, Kamis (1/10/2020), sebesar 5,70 persen, lebih rendah dari SBN ritel sebelumnya.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  13:37 WIB
Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kupon Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 yang lebih rendah dibandingkan bunga SBN ritel sebelumnya disebut masih menarik di era suku bunga rendah.

Pemerintah menetapkan kupon ORI018 yang mulai ditawarkan hari ini, Kamis (1/10/2020), sebesar 5,70 persen.

Kupon tersebut lebih rendah dibandingkan bunga SBN ritel yang diterbitkan dalam tiga bulan terakhir yaitu ORI017 sebesar 6,40 persen dan SR013 sebesar 6,05 persen.

Plt. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan suku bunga rendah saat ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kupon ORI018.

“Memang di tengah tren penurunan suku bunga instrumen investasi, maka ini juga berdampak ketika kita menetapkan pricing untuk ORI018,” ujar Deni dalam acara Virtual Launching ORI018, Kamis (1/10/2020).

Membandingkan dengan instrumen serupa yaitu Surat Utang Negara (SUN) tenor lima tahun, Deni menunjukkan saat lelang di pasar primer kupon SUN tenor 5-6 tahun berada di kisaran 5,6 persen.

Dengan demikian, justru seharusnya ORI018 yang memiliki tenor tiga tahun dapat ditawarkan dengan kupon yang lebih rendah lagi.

“Tapi karena pemerintah menawarkan kepada investor ritel, kita tambahkan pemanis supaya masyarakat tetap tertarik berinvestasi di SBN,” tutur Deni.

Di sisi lain, produk kompetitor lainnya yaitu deposito perbankan juga saat ini diperkirakan tidak akan mampu memberikan bunga di atash 5 persen.

Pasalnya, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga ke level 4 persen. Belum lama ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ikut menurunkan tingkat suku bunga penjainan menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,25 persen.

Selain perbandingan dengan produk serupa, Deni mengingatkan bahwa investasi lewat ORI018 juga mendapat keuntungan pajak yang lebih rendah. Apabila deposito mendapatkan pajak sebesar 20 persen, SBN ritel hanya dikenakan pajak 15 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi sbn obligasi ritel indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top