Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Belum Pasang Target Permintaan ORI018

Staff Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin mengatakan bahwa target tersebut biasanya tidak dipasang dari awal.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 September 2020  |  18:13 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah belum menetapkan target permintaan untuk obligasi ritel baru yang akan diluncurkan pekan ini, yaitu ORI018.

Staff Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin menyampaikan pemerintah akan menerbitkan obligasi negara ritel (ORI) yaitu ORI018 pada Kamis (1/10/2020).

“Untuk investasi, profilnya harus dilihat dari sisi risiko dan tenggat waktu investasi. Ini [ORI018] fixed rate tapi likuiditanya tinggi,” kata Masyita, Senin (28/9/2020).

Masyita menjelaskan bahwa ORI018 dapat dibeli oleh masyarakat perorangan minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Adapun, sejauh ini pemerintah belum menetapkan target untuk penawaran ORI018. Masyita mengatakan bahwa target tersebut biasanya tidak dipasang dari awal.

Namun, pemerintah disebut optimistis penawaran ORI018 akan laku keras seperti penawaran obligasi ritel sebelumnya.

Baru-baru ini, pemerintah telah menyelesaikan penawaran Sukuk Ritel (SR) 013 dengan mendapatkan permintaan sekitar Rp25 triliun atau jauh melebihi target Rp5 triliun.

Pada penjualan seri ORI sebelumnya yaitu ORI017, pemerintah mencatat total volume pemesanan mencapai Rp18,33 triliun melebihi target penerbitan Rp10 triliun. ORI017 menawarkan kupon sebesar 6,40 persen per tahun.

“Limitnya tidak di-set di awal. Sewaktu penawaran ORI017 dapat Rp18 triliun. Sukuk Ritel kemarin kita dapat total Rp25 triliun dan banyak investor baru,” tutur Masyita.

Dia menambahkan bahwa penerbitan obligasi ritel ini seiring dengan upaya pemerintah menyeimbangi tekanan penerimaan negara dari sisi pajak yang turun pada masa pandemi dengan stimulus untuk membangkitkan ekonomi.

Seperti ORI sebelumnya, dana hasil penawaran ORI018 akan digunakan untuk program pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional pasca-pandemi Covid-19 dalam APBN 2020.

ORI merupakan salah satu instrumen SBN yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana.

Instrumen ini dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder, dengan adanya potensi capital gain/loss setelah melewati masa minimum holding period (MHP).

Berbeda dengan jenis ORI lainnya yang memiliki waktu tunggu selama dua bulan, ORI018 hanya memiliki periode tunggu selama satu bulan. Artinya, investor sudah dapat memperdagangkan ORI018 di pasar sekunder pada Desember 2020.

Pemerintah akan menetapkan kupon ORI018 pada 29 September 2020. Selanjutnya, ORI018 akan ditawarkan kepada masyarakat pada periode 1-21 Oktober 2020 melalui mitra distribusi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi obligasi negara ritel
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top