Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Resesi, Aksi Korporasi di Lantai Bursa Masih Semarak

Sejak awal 2020, BEI mencatat ada 135 penerbitan efek baru. Jumlah itu terdiri dari 46 saham, 81 obligasi/sukuk, 7 ETF, 1 EBA.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 September 2020  |  09:45 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 16 aksi korporasi dalam bentuk penerbitan surat utang dan penawaran umum perdana saham (IPO) hingga akhir akhir September 2020.

Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan sebagian akan mencatatkan saham sedangkan sebagian lagi bakal menerbitkan surat utang. 

"Masih terdapat 8 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham," katanya, Sabtu (26/9/2020).

Nyoman membeberkan bahwa ada 3 perusahaan dari sektor properti dan konstruksi yang tengah menunggu waktu. Lalu 3 perusahaan lagi dari sektor perdagangan dan jasa. Sementara itu, 2 sisa perusahaan dari sektor industri lainnya serta agrikultur. 

Selain itu, terdapat 8 penerbit yang akan menerbitkan 10 emisi obligasi yang berada dalam pipeline BEI. Sebagai informasi, 1 perusahaan dapat menerbitkan lebih dari 1 emisi.

Hingga tahun berjalan, BEI mencatat ada 135 penerbitan efek baru. Jumlah itu terdiri dari 46 saham, 81 obligasi/sukuk, 7 ETF, 1 EBA. Sampai dengan 24 September 2020 terdapat 814 emiten dan diantaranya terdapat 127 emiten yang telah menerbitkan obligasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan hingga Rabu (16/9/2020), disebutkannya, telah terdapat 46 perusahaan yang melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

“Hal ini patut disyukuri karena Indonesia masih menjadi bursa dengan IPO terbanyak di ASEAN. Angka ini akan terus bertambah mengingat masih terdapat lima calon perusahaan yang sedang dalam proses melakukan penawaran umum,” ujarnya.

Sementara itu, dalam periode tahun berjalan, BEI  mencatat jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai Rp65,43 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi BEI, sejak Januari hingga 25 September, ada 81 penerbitan obligasi dan sukuk tersebut yang  53 emiten. PT Pegadaian (Persero) menjadi penerbitan paling anyar yang mencatatkan obligasi dan sukuk sepanjang pekan ini (21-25 September 2020).

Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 462 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,34 Triliun dan USD47,5 juta. Jumlah tersebut berasal dari diterbitkan oleh 127 Emiten. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi bursa efek indonesia ipo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top