Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham BUMN Jumbo Dilepas Asing, IHSG Ditutup Anjlok 1,5 Persen

Hingga penutupan sesi II atau pukul 15.00 WIB, IHSG lesu 1,53 persen atau 75,2 poin menjadi 4.842,75, setelah bergerak di rentang 4.820,33 - 4.897,34.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 September 2020  |  15:00 WIB
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi jual besar-besaran dari investor asing masih membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (24/9/2020).

Pada penutupan sesi I hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah. Setelah dibuka pada level 4.878,35, IHSG ditutup anjlok 1,57 persen ke 4.840,7 pada akhir sesi pertama.

Hingga penutupan sesi II atau pukul 15.00 WIB, IHSG lesu 1,53 persen atau 75,2 poin menjadi 4.842,75, setelah bergerak di rentang 4.820,33 - 4.897,34.Terpantau 345 saham koreksi, 33 saham menguat, dan 141 saham sama seperti kemarin.

Nilai transaksi hanya sebesar Rp5,79 triliun, dengan net sell asing Rp498,35 miliar. Sejumlah saham BUMN jumbo menjadi sasaran jual investor asing.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi sasaran jual para investor asing dengan nilai net foreign sell (NFS) tertinggi sebesar Rp127,2 miliar. Selanjutnya, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang membukukan NFS Rp69,9 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga masuk daftar NFS tertinggi hari ini senilai Rp62,6 miliar. Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp55,6 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terpapar NFS Rp45,8 miliar.

Sementara itu, peringatan dari bank sentral Amerika Serikat terkait kebutuhan stimulus fiskal untuk mendorong pemulihan ekonomi membuat bursa Asia ditutup terkoreksi pada perdagangan Kamis (24/9/2020).

Dilansir dari Bloomberg, seluruh indeks di wilayah Asia mengalami penurunan dengan koreksi terbesar dialami oleh Kospi Korea Selatan sebesar 2,59 persen di posisi 2.272,22. Menyusul di belakangnya adalah indeks Hang Seng Hong Kong yang parkir di level 23.307,44 atau turun 1,83 persen.

Selanjutnya indeks Shanghai Composite China terkoreksi 1,57 persen ke level 3.228,22 diikuti oleh pasar Topix Jepang dengan koreksi 1,08 persen di kisaran 1.626,44.

Adapun, indeks S&P/ASX 200 Australia juga turun 0,81 persen ke posisi 5.875,89.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI BUMN
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top