Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dian Swastika (DSSA) Resmi Pegang 15 Persen Saham Smartfren (FREN)

Entitas Grup Sinar Mas di bidang energi dan infrastruktur, PT Dian Swastika Sentosa Tbk., menyatakan telah mengonversi sebagian obligasi Obligasi Konversi Wajib PT Smartfren Telecom Tbk.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 September 2020  |  11:11 WIB
PT Smartfren Telecom Tbk. melakukan uji coba jaringan di terowongan MRT Jakarta Istora Mandiri. Selasa (9/4 - 2019). Hasilnya, untuk kecepatan unduh  mencapai 63,72 Mbps dan untuk unggah mencapai 4,88 Mbps.
PT Smartfren Telecom Tbk. melakukan uji coba jaringan di terowongan MRT Jakarta Istora Mandiri. Selasa (9/4 - 2019). Hasilnya, untuk kecepatan unduh mencapai 63,72 Mbps dan untuk unggah mencapai 4,88 Mbps.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi salah satu pemegang saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) setelah mengonversi kepemilikan Obligasi Konversi Wajib Smartfren menjadi saham perusahaan telekomunikasi tersebut.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, PT Dian Swastika Sentosa Tbk. dan entitas anak menyatakan telah mengonversi sebagian obligasi Obligasi Konversi Wajib PT Smartfren Telecom Tbk. menjadi saham FREN.

Saham hasil konversi ini telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 22 September 2020. Adapun investasi ini akan dicatatkan dalam laporan posisi keuangan perseroan sesuai dengan nilai pasar saham tersebut.

“Dengan konversi ini, kepemilikan saham perseroan dan entitas anak di Smartfren menjadi sekitar 15 persen,” demikian tulis Sekretaris Perusahaan Dian Swastika Susan Chandra, seperti dikutip Bisnis, Kamis (24/9/2020).

Sebelumnya, PT Smartfren Telecom Tbk. resmi mencatatkan saham dari hasil pelaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi II Tahun 2014 (OWK 2014) menjadi saham baru seri C perseroan) pada 22 September 2020.

Jumlah pencatatan saham hasil penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dari OWK tersebut adalah sebanyak 34.000.000.000 saham dengan nilai nominal saham adalah Rp100 dan harga pelaksanaan juga Rp100.

“Dengan adanya pencatatan saham tersebut, maka saham PT Smartfren Telecom Tbk. yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya berjumlah 251.964.241.935 saham,” demikian pernyataan dalam keterangan tersebut, seperti dikutip Bisnis, Selasa (22/9/2020).

Sebelumnya, PMTHMETD OWK ini telah disetujui para investor dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diadakan Jumat (14/8/2020) lalu.

Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan Obligasi Wajib Konversi II Tahun 2014 Beserta Opsi Obligasi Wajib Konversi II PT Smartfren Telecom Tbk, dan setiap perubahannya yang telah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB Perseroan tanggal 6 Juni 2014.

Dalam RUPS investor juga menyetujui Pemberian kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melaksanakan konversi Obligasi Wajib Konversi III tahun 2017 (OWK 2017) menjadi saham baru seri C Perseroan.

Sebagai informasi, FREN telah menerbitkan OWK senilai Rp8 triliun pada 2014 dan 2017. Para pemegang OWK II tahun 2014 FREN adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Dian Ciptamas Agung, Boquete Group SA, PT Nusantara Indah Cemerlang, PT Andalan Satria Permai, PT DSSE Energi Mas Utama, dan Hilmas Coal Pte Ltd.

Total nilai OWK 2014 mencapai Rp 3 triliun. Adapun, pemegang OWK III tahun 2017 Smartfren adalah Cascade Gold Ltd, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, Boquete Group SA, dan PT Nusantara Indah Cemerlang dengan nilai mencapai Rp 5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas smartfren Dian Swastika Sentosa
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top