Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Progres Smelter Feronikel Haltim Milik ANTM Capai 98 Persen

Proyek dengan kapasitas produksi 13.500 TNi itu diperkirakan dapat beroperasi penuh pada tahun depan dengan estimasi pengerjaan konstruksi dan instalasi listrik selama 15 bulan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 23 September 2020  |  20:56 WIB
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon

Bisnis.com, JAKARTA - Progres pembangunan pabrik feronikel Halmahera Timur milik emiten pertambangan logam PT Aneka Tambang Tbk. telah mencapai 98 persen. Smelter ini dinilai akan menjadi katalis positif bagi kinerja Antam di masa mendatang.

SVP Corporate Secretary Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko mengatakan bahwa konstruksi fisik pabrik telah hampir selesai dan telah sukses melakukan uji coba tanpa beban atau no load test.

Proyek dengan kapasitas produksi 13.500 TNi itu diperkirakan dapat beroperasi penuh pada tahun depan dengan estimasi pengerjaan konstruksi dan instalasi listrik selama 15 bulan.

Emiten berkode saham ANTM itu mengaku juga tengah dalam proses penyediaan pembangkit listrik. Berdasarkan catatan Bisnis, ANTM membutuhkan pasokan setidaknya 75 megawatt (MW)

“Perusahaan memastikan tata kelola dan pelaksanaan pemenuhan pembangkit listrik pabrik feronikel Haltim ditempuh melalui mekanisme dan metode yang paling cepat sesuai dengan praktik GCG yang baik,” ujar Kunto kepada Bisnis, Rabu (23/9/2020).

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa sudah terdapat 36 perusahaan yang berminat dan mendaftarkan diri untuk mengikuti tender pengadaan listrik di pabrik feronikel milik ANTM.

“Insyaallah ada solusi apakah itu melalui tender yang sudah dibuka hari ini [Selasa 22 September 2020] di Antam ada 36 peminat, baik dari BUMNS maupun swasta untuk melakukan suplai itu tentunya dipilih yang harga termurah,” ujar Erick dalam rapat bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Sebagai informasi, pada medio Januari, perseroan telah menekan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU) dengan PT Perusahaan Listrik Negara untuk pengerjaan listrik di proyek tersebut. Saat ini, daya listrik yang tersedia di proyek tersebut sudah sebanyak 12 MW.

ANTM pun mengharapkan dengan berdirinya pabrik feronikel Haltim akan mampu lebih meningkatkan nilai tambah mineral perseroan yang akan berbanding lurus dengan multiplier effect yang dihasilkan.

Di sisi lain, Analis NH Korindo Meilki Darmawan mengatakan bahwa penyelesaian proyek smelter Haltim pada tahun depan akan menjadi katalis positif bagi kinerja keuangan perseroan.

“Kami melihat pada tahun 2021 akan ada peningkatan yang signifikan pada kontribusi segmen nikel terhadap pendapatan ANTM karena adanya penambahan kapasitas dari smelter Halmahera itu,” papar Meilki seperti dikutip dari publikasi risetnya, Rabu (23/9/2020).

Adapun, ANTM mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,22 triliun pada semester I/2020. Realisasi itu turun 36 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,42 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam smelter Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top