Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Masuk Resesi, Obligasi Negara Bisa Jadi Pilihan Investasi

Volatilitas instrumen obligasi negara dinilai rendah sehingga bisa menjadi opsi bagi investor yang ingin nilai investasinya terjaga.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 September 2020  |  18:41 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Instrumen surat utang khususnya Surat Utang Negara (SUN) dinilai bisa menjadi pilihan investasi pada masa resesi. Pasalnya, volatilitas instrumen ini lebih terjaga ketimbang efek saham.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan bahwa obligasi terutama jenis SUN bisa menjadi pilihan investasi yang aman bagi masyarakat.

“Investor tinggal mencermati perubahan suku bunga. Dari sisi keamanan, yield-nya jauh lebih pasti ketimbang saham yang lebih volatil,” kata Ramdhan, Selasa (22/9/2020).

Ramdhan menjelaskan bahwa pergerakan harga saham biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor mikro sehingga dapat berubah dengan cepat. Sementara, obligasi negara dipengaruhi oleh faktor makroekonomi yang cakupannya lebih luas.

Di dalam memilih jenis SUN yang menarik, Ramdhan merekomendasikan SUN tenor 5 tahun dan 10 tahun karena likuiditasnya paling tinggi.

Adapun, SUN tenor 10 tahun merupakan seri benchmark yang selalu dibandingkan dengan obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun alias US Treasury.

“Likuiditasnya paling tinggi ada di tenor 5 tahun dan 10 tahun. Nanti kalau investor asing masuk, mereka juga akan masuk di seri-seri itu,” jelas Ramdhan.

Saat ini, Ramdhan menunjukkan bahwa investor asing belum banyak masuk ke pasar obligasi domestik. Kepemilikan investor nonresiden atas SBN saat ini sudah turun hingga kisaran 28 persen dari biasanya 38 persen - 40 persen.

Adapun, likuiditas di pasar SBN saat ini banyak ditopang oleh perbankan yang mencari tempat parkir dana ketika tingkat penyaluran kredit belum pulih.

“Walaupun saya lihat likuiditas masih cukup baik sebenarnya, dana di masyarakat baik itu di perbankan maupun institusi keuangan masih mencari tempat yang aman dan memberi kepastian return yang membuat nyaman. Salah satu instrumen itu SUN,” tutur Ramdhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn Resesi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top