Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selain PSBB Jakarta, Faktor Global Juga Picu Kenaikan Yield SUN

Kenaikan yield tersebut juga didorong oleh volatilitas yang meningkat dari global dan pelemahan mata uang rupiah mendekati Rp15.000.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 September 2020  |  11:49 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Posisi imbal hasil atau  yield Surat Utang Negara (SUN) bertenor 10 tahun yang mendekati level 7 persen dinilai bukan disebabkan faktor tunggal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. 

Kenaikan yield tersebut juga didorong oleh volatilitas yang meningkat dari global dan pelemahan mata uang rupiah mendekati Rp15.000.

CIO Fixed Income Manulife Aset Manajemen Ezra Nazula mengatakan dampak PSBB ketat di ibu kota negara Indonesia tidak akan berpengaruh banyak terhadap pasar obligasi. Malah, ada harapan suku bunga dipertahankan di level rendah sehingga bakal positif bagi instrumen surat utang.

“Saya lihat kemarin bond yield naik hampir ke 7 persen lebih dikarenakan kondisi global yang volatil di mana masih banyak sekali ketidakpastian misalnya perkembangan vaksin Covid-19 dan Pemilu AS,” ujar Ezra kepada Bisnis, Rabu (17/9/2020).

Indeks volatilitas dunia disebut Ezra sedikit meningkat beberapa waktu terakhir karena investor khawatir dengan penyebaran Covid-19 yang kembali masif di beberapa negara.

Selain itu, ketidakpastian juga datang dari Amerika Serikat seiring dengan pelaksanaan Pemilu presiden pada November 2020.

Volatilitas global tersebut pun menekan performa rupiah ke level Rp14.800 dan semakin mendekati Rp15.000.

Namun demikian, volatilitas tersebut dinilai Ezra tidak akan berlangsung lama. Hingga akhir tahun ini, yield SUN bertenor 10 tahun diperkirakan bisa kembali minimal ke 6,5 persen.

Apabila investor asing masuk kembali ke Indonesia dan rupiah terjaga pada level bottom Rp15.000 per dolar AS, bukan tidak mungkin penurunan yield bisa ke 6 persen pada akhir tahun nanti.

“Jika sudah ada lebih risk on dari global dan terlihat sentimen positif [penemuan vaksin dan kepastian Pemilu AS] lagi, itu yield akan turun minimal ke 6,5 persen,” tutur Ezra.

Adapun, sampai dengan akhir bulan ini Ezra memperkirakan yield SUN 10 tahun berada pada kisaran 6,5 persen - 6,8 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top