Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komentar Powell Bikin Wall Street Berbalik Melemah

Indeks S&P dan Nasdaq Composite berbalik ke zona merah. Hanya indeks Dow Jones yang masih mampu berahan menguat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 September 2020  |  05:50 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menghapus penguatan pada akhir perdagangan Rabu (16/9/2020) di tengah aksi jual di perusahaan teknologi.

Bursa Wall Street juga melemah menyusul pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell atas rebound ekonomi yang tidak pasti tanpa stimulus lebih lanjut.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Standard & Poor’s (S&P) 500 ditutup melemah 0,46 ersen atau 15,71 poin ke level 3,395,49 dan indeks Nasdaq Composite melemah 1,25 persen atau 139,86 poin ke level 11.050,47.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu bertahan dan ditutup menguat 0,13 persen atau 36,78 poin ke level 3.385,49.

Indeks S&P 500 sempat menguat karena the Fed mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga setidaknya 2023. Namun, reli penguatan tidak mampu bertahan setelah Powell mengatakan dia tidak yakin apakah pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan akan berlanjut.

Jatuhnya raksasa teknologi seperti Apple dan Facebook juga menyeret indeks ke zona merah. Adapun, kurva imbal hasil obligasi Treasury menanjak karena bank sentral AS tidak memberikan perincian baru mengenai pendekatannya terhadap pembelian obligasi bulanan yang telah menopang pasar.

Pejabat The Fed telah menekankan dalam beberapa pekan terakhir bahwa pemulihan AS sangat bergantung pada kemampuan negara untuk mengendalikan virus corona dengan lebih baik. Selain itu, stimulus fiskal lebih lanjut kemungkinan diperlukan untuk mendukung pekerjaan dan pendapatan

 "Pemulihan telah berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan secara umum. (Namun) jalan ke depan masih sangat tidak pasti,” kata Powell dalam pidatonya.

“Fakta bahwa dia menyoroti kemungkinan ekonomi terkontraksi dari kurangnya tindakan Kongres terhadap stimulus fiskal yang pasti membuat investor khawatir,” kata kepala investasi Tactical Alpha LLC, Alec Young, seperti dikutip Bloomberg.

Gedung Putih dengan kuat mengisyaratkan bahwa pihaknya bersedia untuk meningkatkan tawarannya dalam pembicaraan dengan partai Demokrat. Selain itu, anggota Senat partai Republik harus ikut serta untuk menyepakati stimulus dalam minggu depan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top