Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Diterapkan Lagi, Jasa Marga (JSMR) Siap Kencangkan Ikat Pinggang

Jasa Marga (JMSR) menyatakan bakal mengevaluasi dampak kebijakan PSBB yang akan mulai diterapkan pada Senin 14 September 2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 10 September 2020  |  15:51 WIB
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Pondok Ranji di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Pondok Ranji di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com.,JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan mengevaluasi dampak dari pemberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan perseroan akan melihat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Korporasi jalan tol milik negara itu akan mengevaluasi dampak kebijakan yang akan mulai diterapkan pada Senin (14/9/2020).

“Pastinya jika pendapatan tol turun kami perlu melakukan ekstra efisiensi dan pengetatan belanja modal [capex],” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (10/9/2020).

Eka mengatakan sebenarnya saat ini sebenarnya pendapatan tol dalam tren pemulihan. Penurunan yang terjadi kini sudah kurang lebih 10 persen.

Jasa Marga sebelumnya mengungkapkan realisasi pendapatan tol cukup menantang pada 2020. Pasalnya, terjadi penurunan lebih dari 50 persen pada April 2020—Mei 2020.

Pendapatan emiten berkode saham JSMR itu turun 47,21 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp6,77 triliun pada semester I/2020. Pendapatan tol sebagai kontributor utama turun dari Rp4,73 triliun pada semester I/2019 menjadi Rp3,91 triliun per 30 Juni 2020.

JSMR membukukan laba bersih Rp105,73 miliar pada semester I/2020. Pencapaian itu turun 90,02 persen dari Rp1,05 triliun periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan hampir seluruh sektor terdampak pandemi Covid-19. Akan tetapi, pihaknya mengklaim waktu pemulihan bagi perseroan lebih cepat dibandingkan dengan industri lain.

“Isunya bukan di fundamental, kami punya kontrak 35 tahun—50 tahun. Revenue sebetulnya untuk mid to long term sangat steady,” paparnya.

Donny menyebut penurunan lalu lintas lebih disebabkan karena ada kebijakan pembatasan orang sejalan dengan kebijakan pemerintah. 

“Begitu kebijakan dilonggarkan, diharapkan lalu lintas sudah kembali normal,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham Jasa Marga ditutup melemah 240 poin atau 6,86 persen ke posisi 3.260. Koreksi tajam tersebut sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga anjlok 5 persen pada penutupan perdagangan hari ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jasa marga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top